KA Dhoho Tabrak Bus, Begini Pendapat Masyarakat Transportasi Indonesia

- Senin, 28 Februari 2022 | 14:45 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah korban kecelakaan bus pariwisata PO Harapan Jaya yang tertabrak KA Rapih Doho di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Ketanon, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (27/2/2022). (ANTARA FOTO/Deny Trisdanto//DS/aww/ via suara.com)
Petugas mengevakuasi jenazah korban kecelakaan bus pariwisata PO Harapan Jaya yang tertabrak KA Rapih Doho di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Ketanon, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (27/2/2022). (ANTARA FOTO/Deny Trisdanto//DS/aww/ via suara.com)

DepokToday.com-Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) berpendapat ada beberapa penyebab kecelakaan yang dialami oleh rombongan bus, seperti insiden maut KA Dhoho menabrak bus di Tulungagung.

Menurut Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, biasanya kecelakaan tersebut karena pengemudi tidak paham dengan rute yang akan dilalui.

Hal itu, kata dia, karena bukan pramudi tetap/pegawai di PO yang bersangkutan melainkan pramudi siapapun yang penting punya SIM B1/B2, walaupun tidak memiliki pengalaman cukup di rute tersebut.

"PO tidak memilki Risk Journey yang dijadikan panduan pramudi ketika akan berangkat ke suatu tujuan," kata Djoko.

Baca Juga: KA Dhoho Tabrak Bus di Tulungagung, KAI akan Lakukan Hal Ini di TKP

Baca Juga: Ratusan Bangunan Liar Sepanjang Stasiun Angke Hingga Kampung Bandan Ditertibkan PT KAI Daop 1 Jakarta

Hal ini mengakibatkan pengemudi tidak paham Road Hazard Mapping pada rute yang akan dilalui. Kemudian, lanjut dia, tidak ada tata cara mengemudi bus convoy/rombongan di jalan, sehingga pramudi cenderung selalu ingin lebih cepat sampai tujuan tanpa memperhatikan keselamatan.

"Hal ini akan diperparah jika penumpang juga meminta pengemudi agar bus mereka paling duluan sampai di tujuan," paparnya.

Ia menambahkan, faktor lainnya mengenai perlintasan sebidang yang tidak dijaga sebaiknya Pemerintah Daerah melalui Dishub serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, bersama-sama dengan KAI melakukan audit agar dapat melakukan mitigasi risikonya sehingga ada solusi jangka pendeknya.

Halaman:

Editor: Tidar Aira

Sumber: Public Relations KAI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bikin Geger, Ini Fakta di Balik Sel Mewah Ferdy Sambo

Rabu, 28 September 2022 | 10:25 WIB

Pria Ini Dibekuk Terkait Ledakan di Asrama Polisi

Senin, 26 September 2022 | 14:00 WIB

Hakim Mahkamah Agung Terciduk OTT Tim KPK, Ini Kasusnya

Kamis, 22 September 2022 | 17:10 WIB
X