KA Dhoho Tabrak Bus di Tulungagung, KAI akan Lakukan Hal Ini di TKP

- Minggu, 27 Februari 2022 | 20:38 WIB
Warga melihat kondisi bus yang ringsek usai tertabrak kereta api Rapih Dhoho di Ketanon, Tulungagung, Minggu 27 Februari 2022 pagi. (Foto: ANTARA/HO-warganet via suara.com)
Warga melihat kondisi bus yang ringsek usai tertabrak kereta api Rapih Dhoho di Ketanon, Tulungagung, Minggu 27 Februari 2022 pagi. (Foto: ANTARA/HO-warganet via suara.com)

DepokToday.com-KAI akan segera menutup perlintasan tanpa palang pintu yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di mana KA Dhoho menabrak bus di Tulunggagung, Jawa Timur, Minggu 27 Februari 2022.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api saat melewati perlintasan sebidang.

"Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 94 Tahun 2018 Pasal 3, bahwa KAI berhak menutup perlintasan sebidang yang tidak terdaftar, tidak dijaga, dan/atau tidak berpintu yang lebarnya kurang dari 2 m (dua meter)," ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus, melalui keterangan tertulis.

Pada UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 124 menyatakan yaitu, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Kemudian pada UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angutan Jalan, Pasal 114 menyatakan yaitu, pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib: berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan atau ada isyarat lain, mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

"Seluruh pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan kereta api saat melalui perlintasan sebidang. Hal tersebut sesuai UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian dan UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," tegas Joni.

Rendahnya kedisiplinan pengguna jalan, membuat masih tingginya jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang antara pengguna jalan dan kereta api.

Pada tahun 2021 terjadi kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang kereta api sebanyak 271 kecelakaan dengan korban meninggal 67 orang dan luka 92 orang.

KAI juga meminta pemerintah meningkatkan keselamatan perjalanan di perlintasan sebidang sesuai kewenangannya. Sesuai UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 94 ayat 2 bahwa Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

Halaman:

Editor: Tidar Aira

Sumber: Public Relations KAI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program Kartu Prakerja Berlanjut di Tahun 2023

Selasa, 4 Oktober 2022 | 15:00 WIB
X