BNPT Ungkap Kondisi Dibalik Laporan 198 Pesantren Terafiliasi Jaringan Teror

- Senin, 31 Januari 2022 | 08:05 WIB
BNPT sita ratusan kotak amal diduga terkait aksi terorisme  (Foto: Istimewa)
BNPT sita ratusan kotak amal diduga terkait aksi terorisme (Foto: Istimewa)

DepokToday.com- Pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT, Komjen Pol, Boy Rafli Amar yang menyebut 198 pesantren terafiliasi jaringan teror menuai perdebatan publik. 

Ada beberapa pihak yang menilai seolah BNPT anti-pesantren, bahkan ada pula yang menuduh itu hanyalah narasi islamofobia.

Menanggapi hal itu, Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol, R Ahmad Nurwakhid angkat bicara.

"Tentu hal ini perlu dijernihkan agar masyarakat tidak terbawa narasi yang selalu memframing berbagai kebijakan untuk meningkatkan deteksi dini dan kewaspadaan dalam pengertian yang negatif," kata Ahmad mengutip Suara.com pada Senin, 31 Januari 2022.

Menurut Ahmad, data yang disampaikan Kepala BNPT itu harus dibaca sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja sebuah institusi di depan anggota dewan yang mempunyai tugas pencegahan radikal terorisme.

Baca Juga: Bongkar Borok Diduga Istri Menteri AH, Rifa: Sok Suci Padahal...

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, data yang disampaikan Kepala BNPT merupakan hasil kerja pemetaan dan monitoring dalam rangka pencegahan radikal terorisme. Ini bertujuan untuk memberikan peringatan dan meningkatkan kewaspadaan bagi semua stakeholder.

Terlebih, sebagai lembaga koordinator, BNPT telah menerapkan kebijakan dan strategi “pentahelix” atau multi pihak dengan merangkul dan melibatkan lima elemen bangsa.

Multi pihak tersebut yakni pemerintah melalui kementerian/lembaga, komunitas melalui organisasi kemasyarakatan termasuk pondok pesantren, akademisi melalui pelibatan dosen, mahasiswa dan pelajar.

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar (Foto: Istimewa)

Kemudian, dunia usaha melalui pelibatan perusahaan baik BUMN maupun swasta, dan media melalui pelibatan insan media baik cetak, elektronik dan digital.

"Dengan pendekatan multi pihak tersebut, kebijakan dan program pencegahan yang dilakukan oleh BNPT dibangun atas prinsip simpatik, silaturahmi, komunikatif dan partisipatif dengan seluruh elemen bangsa,” katanya.

Ahmad juga menegaskan, hal itu diperkuat bahwa landasan kerja BNPT dilandasi dengan nilai dasar (core velue) yang menjadi pegangan, yaitu akronim dari BNPT (berintegritas, nasionalisme, profesionalisme, terpuji).

"Karena itulah, sangat tidak benar dan tidak beralasan adanya narasi tuduhan terhadap BNPT yang seolah menggeneralisir dan menstigma negatif terhadap pondok pesantren yang ada di Indonesia, apalagi menuduh data tersebut bagian dari bentuk Islamofobia."

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Sumber: Antara, Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bus KPK Mampir di Kota Depok, Ada Apa Ya?

Minggu, 21 Mei 2023 | 18:47 WIB
X