Minta Tingkatkan Prokes, Kemenkes Prediksi Puncak Kasus Covid-19 di Indonesia karena Omicron pada Februari

- Minggu, 16 Januari 2022 | 17:05 WIB
dr Siti Nadia Tarmidzi. (Istimewa)
dr Siti Nadia Tarmidzi. (Istimewa)

DepokToday - Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini bisa dibilang masih terjadi. Walau begitu, Kementerian Kesehatan atau Kemenkes meminta masyarakat tidak panik dan tetap menjaga protokol kesehatan. 

Pemerintah menilai kini banyak masyarakat yang mulai kendur dalam menjaga protokol kesehatan. Kemenkes menyebutkan, meskipun jumlah pasien Covid-19  di Indonesia tidak sedahsyat tahun lalu, ancaman dari virus mematikan tersebut masih ada.

"Kami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan disebabkan Omicron cenderung tidak bergejala," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi dikutip dari Pikiran Rakyat.

Baca Juga: Gunung Berapi Bawah Laut Tonga Meletus hingga Sebabkan Tsunami di Jepang, Begini Dampaknya untuk Indonesia

Saat ini, Omicron menjadi varian yang populer meskipun Delta dianggap lebih mematikan dibandingkan mutasi baru tersebut.

Bayak masyarakat Indonesia yang dikabarkan terpapar Omicron, terutama mereka yang baru keluar dari luar negeri.

dr Siti Nadia Tarmidzi. (Istimewa)

Covid-19 varian Omicron tidak hanya menjadi isu yang harus dihadapi oleh Indonesia, tetapi juga negara-negara lain di dunia.

"Kita tahu gejala yang ditimbulkan cenderung tidak bergejala dan gejalanya sangat ringan yaitu batukd dan pilek yang akan bisa hilang dengan sendirinya," ujar Siti Nadi Tarmizi.

Halaman:

Editor: Nur Komalasari

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

80.313 Jemaah Haji Indonesia Sudah Lunasi Bipih

Sabtu, 14 Mei 2022 | 20:53 WIB
X