Kemenkes Sebut 74 Persen Pasien COVID-19 Varian Omicron Indonesia Telah Divaksin, Lalu Apa Pengaruhnya?

- Minggu, 2 Januari 2022 | 09:00 WIB
Varian Omicron
Varian Omicron

DepokToday -Saat ini pasien COVID-19 varian Omicron di Indonesia disebut Kementrian Kesehatan kebanyakan merupakan pasien dengan penerima vaksin lengkap atau dua kali dosis yang dianjurkan. 

Kemenkes juga menyebutkan dampak yang dirasakan bagi mereka yang telah menjalani vaksinasi lengkap lalu terpapar oleh COVID-19 varian Omcron ini.

Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi, 74 persen dari 68 kasus COVID-19 Varian Omicron di Indonesia saat ini merupakan mereka yang sudah divaksinasi. Adanya kondisi itu membuat pasien hanya mengalami gejala ringan.

Baca Juga: Kata Pelatih Thailand Usai Menjuarai Piala Suzuki AFF 2020

"Artinya varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi tapi dengan risiko sakit berat yang rendah. Walaupun begitu, masyarakat tetap harus waspada karena situasi dapat berubah dengan cepat," jelas Siti Nadia Tarmizi melansir dari Suara.com.

Nadia mengatakan dalam waktu dua pekan, tepatnya 26 Desember 2021, 46 kasus Omicron terdeteksi di Indonesia. 15 orang di antaranya (32,6%) merupakan pelaku perjalanan dari Turki. Sisanya adalah kasus konfirmasi Omicron yang berasal dari pelaku perjalan dari Inggris, UEA, Arab Saudi, Jepang, Malaysia, Malawi, Republik Kongo, Spanyol, USA, Kenya, Korea, Mesir, dan Nigeria.

Siti Nadia menjelaskan, sebanyak 74 persen kasus Omicron sudah divaksin lengkap, 80 persen tanpa gejala atau bergejala ringan, dan 96 persen kasus adalah WNI.

Baca Juga: Kejaksaan Negeri Depok Kembalikan Berkas Perkara Pencabulan Guru Ngaji, Ada Apa?

Hingga 29 Desember 2021, kata Nadia, ada penambahan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia sebanyak 21 kasus yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri, sehingga total kasus Omicron sebanyak 68 orang.

Halaman:

Editor: Nur Komalasari

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X