Cegah Varian Baru Omicron Masuk Indonesia, Pemerintah Minta Ini ke Masyarakat

- Kamis, 9 Desember 2021 | 10:18 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi. (Foto Istimewa)
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi. (Foto Istimewa)

DepokToday - Sejumlah negara telah melaporkan masuknya virus COVID-19 varian baru yaitu Omicron. Sebagai bentuk antisipasi, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah varian itu masuk ke Indonesia.

Salah satu yang tidak henti dilakukan, yaitu dengan mengawasi implementasi protokol kesehatan di masyarakat dan memaksimalkan capaian vaksinasi.

Sebagai informasi, World Health Organization atau WHO menyatakan varian B.1.1.529 atau Omicron pertama kali ditemukan di Benua Afrika pada 24 November 2021. Hanya dua hari sesudahnya, varian ini telah dikategorikan sebagai variant of concern.

Omicron disebut sebagai salah satu yang sangat cepat dalam penularan dan di berbagai negara, penelitian terus dilakukan untuk mempelajari varian baru ini.

Dalam Dialog Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Selasa 7 Desember 2021, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi menggarisbawahi bahwa penyebaran Omicron sangat cepat. “Jumlah negara yang melaporkan sudah hampir 45 negara, jadi sangat cepat penyebarannya,” kata Nadia.

Ia juga menjelaskan bahwa di beberapa negara, terdapat kasus di mana orang yang terinfeksi tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri. Karena itu Nadia mengingatkan, sejalan dengan pengetatan pintu masuk, masyarakat di dalam negeri juga harus tetap waspada.

Sedangkan terkait situasi di tanah air, Nadia menyebutkan, meski laju penularan rendah, namun varian Delta yang mendominasi virus COVID-19 di Indonesia masih terus bermutasi. Setidaknya 23 varian turunan telah teridentifikasi. Artinya, kata Nadia, upaya pengendalian seperti disiplin prokes, vaksinasi dan deteksi dini adalah keharusan.

“Kalau prokes dilakukan, dapat mencegah virus menemukan inang baru untuk berkembang,” tuturnya. Sedangkan vaksinasi, dikatakannya, selain mencegah sakit parah, juga akan menekan jumlah populasi virus."

“Bila semua sudah divaksinasi, kita akan punya benteng kekebalan yang bisa menjaga kita dari varian baru dari luar negeri maupun munculnya varian baru di dalam negeri,” papar Nadia.

Cegah Varian  Baru dengan Prokes Ketat


Hal tersebut juga ditegaskan oleh Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga, Windhu Purnomo, bahwa apapun varian virusnya, masyarakat diharapkan menerapkan 100 persen prokes dan melengkapi vaksinasi sebagai upaya pencegahan.

Windhu menjelaskan, Omicron memunculkan gejala yang kurang lebih sama, yakni seperti influenza pada umumnya, yang membedakan adalah tempat mutasinya. Cara penularan juga tidak jauh berbeda, yaitu melalui droplet dan bisa sebagai airborne (penyakit yang menyebar lewat udara) di tempat tertutup. Sedangkan, selama masih terjadi penularan, ujarnya, maka mutasi akan selalu dapat terjadi.

“Jadi prokes tetap nomor satu untuk mencegah tertular atau menulari orang lain, dan mencegah terjadinya mutasi baru,” tandas Windhu, “kalau ingin mencegah mutasi, jangan sampai terjadi transmisi,” lanjutnya.

Terkait percepatan vaksinasi, ia meminta masyarakat tidak pilih-pilih vaksin atau bahkan menolak vaksin. Sebab, ujarnya, vaksin memberikan perlindungan ketika kita terpapar virus, agar tidak sakit berat bahkan risiko yang lebih buruk lainnya. “Kalau bisa 100 persen vaksinasi dosis lengkap, kita akan lebih aman,” kata Windhu.

Apabila upaya-upaya tersebut dapat berlangsung baik, Windhu mengatakan cukup optimis dengan situasi pandemi saat ini, di mana Indonesia sedang dalam proses. “Endemi adalah sasaran antara, goal kita adalah terkendalinya COVID-19 sehingga nyaris nol (kasus),” tuturnya.

Vaksinasi Langkah Tepat Lainnya Cegah Varian Baru


Baca Juga: Siskaeee Koleksi Banyak Video Porno, Isi Kosannya Jadi Sorotan

Kesempatan yang sama, Deputi Eksternal Junior Doctors Network (JDN) Indonesia, Makhyan Jibril menambahkan bahwa selain prokes dan vaksinasi, sangat penting untuk membiasakan hidup sehat, agar seandainya terpapar virus, kita dapat terhindar dari sakit berat.

Ia menjelaskan bahwa virus COVID-19 memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa dan penelitian masih terus dilakukan pada varian Omicron, termasuk tentang kemampuan virus tersebut menghindari sistem imun manusia. Sembari menunggu, masyarakat diharapkan terus menjalankan ikhtiar guna perlindungan kesehatan.

Jibril menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan upaya-upaya tersebut, sehingga komunikasi dan edukasi harus selalu digencarkan melalui berbagai cara. “Pendekatan berbasis kultural dan komunitas juga harus dilakukan untuk vaksinasi dan prokes,” lanjutnya.

Menghadapi ancaman varian virus baru, Jibril meminta masyarakat jangan panik, sebaiknya bertindak rasional dengan cara menerapkan prokes serta melengkapi vaksinasi, khususnya percepatan vaksinasi lansia.

Ujian terbesar new normal, dikatakan Jibril, adalah akhir tahun ini. “Kalau kita bisa melewati ujian ini, semoga situasi terkendali ini bisa dipertahankan. (lala/*)

Editor: Nur Komalasari - Depoktoday

Tags

Terkini

Bikin Geger, Ini Fakta di Balik Sel Mewah Ferdy Sambo

Rabu, 28 September 2022 | 10:25 WIB

Pria Ini Dibekuk Terkait Ledakan di Asrama Polisi

Senin, 26 September 2022 | 14:00 WIB

Hakim Mahkamah Agung Terciduk OTT Tim KPK, Ini Kasusnya

Kamis, 22 September 2022 | 17:10 WIB
X