Menohok Banget, Begini Jawaban MUI Soal Ceramah Jenderal Dudung  

- Senin, 6 Desember 2021 | 08:44 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman (Foto: Istimewa)
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman (Foto: Istimewa)

DepokToday- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman kembali bikin gaduh dengan pernyataannya yang dianggap berbau kontroversi. Kali ini, menurut dia jangan terlalu dalam mempelajari agama karena berpotensi terjadi penyimpangan.

Melansir Republika, pernyataan itu diungkapkan Dudung saat mengisi tausiyah di Masjid Nurul Amin, Kota Jayapura, Provinsi Papua, beberapa waktu lalu.

Hal itu dilakukan Dudung di sela kunjungan kerja ke Kodam XVII/Cenderawasih. Mantan Panglima Kostrad itu didampingi Habib Husein bin Hasyim bin Toha Baagil saat mengisi tausiyah.

Baca Juga: Habib Rizieq Serukan Doa Kehancuran Besok, Ini Sebabnya!

Dalam video yang diunggah akun Dispenad, Dudung menyinggung tentang implementasi rasa syukur yang sudah diciptakan oleh Allah SWT kepada hambanya untuk menunaikan sholat.

Dudung pun menyebut tentang ilmana sebagai tingkatan keimanan umat Islam.

“Iman taklid, ada iman ilmu, ada iman iyaan, ada iman haq (haqul yaqiin), dan iman hakikat. Oleh karena itu, banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama,” katanya dikutip pada Senin 6 Desember 2021.

Saat itu dihadapan jamaah sholat Subuh, Dudung menilai, dampak terlalu dalam mempelajari agama adalah terjadi penyimpangan.

“Akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan. Kaya Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan 8 Wajib TNI, kalau kalian prajurit tidak memahami tidak mengerti artinya Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI,” ujarnya.

Teguran MUI untuk Jenderal Dudung


Nah pernyataan Dudung ini pun kembali menuai sorotan publik. Bahkan,

Ketua MUI Pusat, Muhammad Cholil Nafis ikut angkat.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, dalam tulisan di akun media sosial pribadinya, Cholil mempertanyakan maksud dari perkataan Jenderal Dudung soal jangan terlalu dalam pelajari agama. Menurut dia, jika memang Dudung ingin berganti profesi menjadi penceramah agama, maka dia menawarkan standarisasi dai MUI.

Apa maksudnya jgn terlalu dalam mempelajari agama? Saya menawarkan standardisasi da’i MUI klo mau berganti profesi sbg penceramah agama he hehe,” tulis Cholil Nafis di akun Twitter miliknya.

Baca Juga: SMI, Sepeda Motor Lokal Zaman Presiden Soeharto, Begini Wujudnya

Terkait hal itu, Cholil pun meminta agar Dudung fokus saja pada tugas utamanya yakni menjaga pertahanan negara, serta menumpas musuh Indonesia.

Baiknya fokus pada tugas pokoknya aja, yaitu pertahanan negara dan menumpas perusuh dan pembangkang NKRI,” katanya. (rul/*)

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

X