MUI Tegas Ngomong Begini Soal Dudung Berdoa Pakai Bahasa Indonesia

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 17:37 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman (Foto: Istimewa)
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman (Foto: Istimewa)

DepokToday - Penyataan Jenderal Dudung Abdurachman soal doa dengan bahasa arab menuai banyak respon, termasuk juga mendapat tanggapan dari Wakil Sekretaris Jenderal atau Wasekjen MUI Bidang Hukum dan HAM, Ikhsan Abdullah.

Melansir dari Hops.id jaringan DepokToday, Wasekjen MUI menjelaskan, berdoa merupakan proses komunikasi antara manusia dengan Sang Pencipta. Sehingga, kegiatan tersebut bisa dilakukan tanpa perlu menggunakan bahasa tertentu seperti Arab.

“Konsepnya dalam berdoa itu ialah yang kita pahami. Jadi, kita tidak perlu memaksakan berdoa dengan bahasa Arab,” ujar Ikhsan Abdullah, dikutip Sabtu 4 Desember 2021.

Berkaca dari kenyataan tersebut, dia tegas mengatakan umat Islam yang tak memahami betul bahasa Arab, maka bisa berdoa menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan, jika bahasa Indonesia pun tak bisa, dia bisa menggunakan bahasa daerah yang ada. Semua itu, kata Ikhsan, tak ada yang salah.

“Kalau tidak bisa bahasa Indonesia, ya bahasa Jawa atau Sunda, atau bahasa lain. Itu tidak ada masalah,” terang Wasekjen MUI.

Baca Juga: Begini Kondisi Hari Pertama Uji Coba Ganjil Genap di Depok

Meski demikian, Wasekjen MUI itu tetap merasa kecewa dengan pernyataan Dudung mengenai cara berdoa dan bagaimana dia menilai Tuhan. Sebab, menurutnya, kapasitas Dudung bukan sebagai pemuka agama, melainkan prajurit TNI.

Baca Juga: Diawali Ritual, Warga Karo Kirim 3 Ton Jeruk untuk Jokowi, Ini Sebabnya

“Masalahnya ya tidak perlu KSAD itu berbicara yang bukan konteksnya. Beliau kapasitasnya kan bukan pendakwah ya,” tegas Wasekjen MUI itu.

Baca Juga: Ganjil Genap Tekan 30 Persen Volume Kendaraan di Margonda Depok

Diketahui, pernyataan Dudung yang sempat menjadi kontroversi tersebut disampaikan pada program podcast yang tayang di kanal Youtube Deddy Corbuzier. Kala itu, Dudung mengatakan, saat berdoa, dia menggunakan bahasa Indonesia, bukan Arab. Sebab, kata dia, Tuhan bukan orang Arab

“Kalau saya berdoa setelah salat, doa saya simpel aja, ya Tuhan pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab,” kata Dudung. (lala/*)

Editor: Nur Komalasari - Depoktoday

Tags

Terkini

X