Terpopuler DepokToday, 1 Desember 2021: Jelang Natal TNI-Polri Sweeping Papua, Cara Doa Jenderal Dudung

- Rabu, 1 Desember 2021 | 18:00 WIB
Aparat TNI-Polri gelar sweeping di Papua. (Foto: Instagram)
Aparat TNI-Polri gelar sweeping di Papua. (Foto: Instagram)

DepokToday – DepokToday merangkum berita terpopuler pada Rabu sore, 1 Desember 2021. Pertama, Konflik Papua belum mereda, untuk itu Aparat TNI-Polri antisipasi ancaman yang terjadi saat perayaan natal dengan melakukan sweeping di Papua.

Terpopuler kedua, Berita Viral Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal (TNI) Dudung Abdurachman menyebut kalau dirinya selalu doa dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Alasannya karena Tuhan bukan orang Arab.

Selanjutnya, Habib Bahar mengaku rela korbankan nyawanya demi Indonesia.

Berikut ringkasan berita terpopuler di DepokToday pada Rabu sore:

1. Jelang Natal, TNI-Polri Temukan Ini Saat Sweeping di Papua


Aparat gabungan TNI-Polri menggelar sweeping di wilayah Distrik Tiom Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Operasi tersebut sengaja digelar untuk memberi rasa aman pada masyarakat jelang perayaan Natal dan tahun baru.

Sweeping gabungan ini melibatkan Satgas Pamtas Mobile Yonif MR 412/BES/6/2 Kostrad, bersama dengan jajaran Polres Lanny Jaya.

Kegiatan itu diposting oleh akun Instagram @infokomando. Melansir dari akun tersebut, Dansatgas Pamtas Mobile Yonif MR 412/BES/6/2 Kostrad, Letkol Inf. Moch. Renaldy Herbowo mengungkapkan, aksi sweeping di itu dilakukan untuk memberi rasa aman di wilayah Papua.

“Dalam menyambut bulan yang penuh kasih yaitu bulan Desember kami bersama Polres Lanny Jaya menggelar sweeping gabungan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mencegah terjadinya aksi-aksi kriminal,” katanya dikutip pada Selasa 30 November 2021.

 Ia menyebut, Satgas Pamtas Mobile Yonif MR 412412/BES/6/2 Kostrad bersama Polri siap memberikan rasa aman dan menciptakan suasana kondusif di wilayah Kabupaten Lanny Jaya, Papua.

Lokasi sweeping kali ini dibagi menjadi beberapa titik. Dari operasi gabungan itu, aparat berhasil menyita satu senapan angin dan satu badik dari oknum masyarakat yang terjaring.

“Kami sangat berterimakasih kepada Satgas Yonif MR 412/BES/6/2 Kostrad atas peran sertanya dalam sweeping gabungan, semoga dalam menyambut datangnya bulan yang penuh kasih ini tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” kata Kapolres Lanny Jaya, AKBP Soeroso.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan melaksanakan patroli kendaraan bersama aparat keamanan menyisiri wilayah kota Tiom Lanny Jaya, Papua.

2. Sebut Tuhan Bukan Orang Arab, Ternyata Begini Cara Doa Jenderal Dudung


Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman kembali melontarkan pernyataan yang bikin publik gaduh. Kali ini, ia mengatakan bahwa Tuhan bukan orang Arab, maka itu dia berdoa pakai bahasa Indonesia.

“Kalau saya berdoa setelah salat, doa saya simpel aja, pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab,” kata Jenderal Dudung dikutip dari Hops.ID jaringan DepokToday.com pada Rabu, 1 Desember 2021.

Menanggapi hal tersebut, Humas Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya atau kerap dipanggil Tofa ikut berkomentar. Melalui akun Twitter miliknya, ia menyebut bahwa pernyataan KSAD Dudung kacau dan rusak.

Ia pun berdoa agar Jenderal Dudung cepat diberi hidayah oleh Allah karena pernyataannya tersebut.

“Kacau kalau dah begini. Rusak. Semoga Allah beri kemudahan dapat hidayah. Aamiin,” cuit Tofa.

-
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman (Foto: Istimewa)

Dalam cuitannya tersebut, Tofa juga membagikan tangkapan layar judul artikel berita pernyataan Dudun soal Tuhan bukan orang Arab.

Nah cuitan Tofa itu direspons oleh sejumlah warganet di kolom komentar.

“Kacaunya di mana ? Emang Tuhan punya negara atau berasal dari suku bangsa tertentu?” kata salah satu warganet

“Kasihan orang tua nya TDK memberikan Pendidikan Agama yg baik buat anaknya. Manusia seperti ini yg wajib dikasihani!” ujar yang lain.

Sebelumnya, KSAD Dudung Abdurachman mengatakan bahwa dia selalu berdoa dengan menggunakan Bahasa Indonesia seusai salat. Hal itu dia lakukan karena katanya Tuhan bukan orang Arab. Itu disampaikan Jenderal Dudung saat berbincang dengan Deddy Corbuzier.

“Kalau saya berdoa setelah sholat, doa saya simpel aja, ya Tuhan pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab,” katanya.

Mendengar pernyataan Dudung itu, Deddy Corbuzier pun nampak tertawa lebar. Dudung kemudian menegaskan lagi bahwa jika berdoa, dia selalu menggunakan bahasa Indonesia.

“Saya pakai bahasa Indonesia, ‘ya Tuhan, ya Allah, saya ingin membantu orang, saya ingin menolong orang’, itu saja doanya, itu saja,” kata Dudung.

3. Keras! Habib Bahar Rela Korbankan Nyawa Demi Indonesia


Habib Bahar bin Smith menilai, salah satu faktor Pemerintah Indonesia rusak karena ulah ulama-ulamanya. Pernyataan itu ia sampaikan ketika menjadi bintang tamu dalam podcast bersama ahli hukum dan tata negara Refly Harun.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, Habib Bahar menyebut, Indonesia adalah rumah bagi banyak umat mulai dari Islam, Kristen, Budha, Hindu, Konghucu.

Tapi karena mayoritas penduduk adalah muslim, maka dia kemudian menyinggung peran orang-orang berpengaruh untuk memajukan negeri ini. Terkait hal itu, menurutnya ada peran besar ulama.

Habib Bahar menyinggung, jika Pemerintah Indonesia kini tengah dilanda banyak masalah, maka ada peran kesalahan ulama-ulamanya.

“Rakyat rusak karena pemerintah. Rusaknya pemerintah karena ulama,” tuturnya dikutip pada Rabu, 1 Desember 2021.

-
Habib Bahar (Foto: Istimewa)

Menurut dia, banyak ulama yang saat ini meninggalkan nasehat. Di mana kebijakan yang ditetaskan pemerintah yang tak berpihak pada rakyat banyak yang diacuhkan.

“Sehingga rusaklah, pemerintah rusak karena ulama. Itu karena mereka yang berilmu menggunakan ilmunya untuk membenarkan pemerintah dengan tujuan-tujuan tak benar, mengharapkan harta, pangkat, dan jabatan,” ujarnya.

Dan jika ada yang dianggap tak sepaham, maka maka akan dilawan. Begitu pun sebaliknya.

Dalam kesempatannya itu, Habib Bahar kemudian menyatakan komitmennya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menegaskan, dalam agama sudah terdapat pesan penting, tak bisa melawan pemerintah yang sah.

Akan tetapi, dirinya akan tetap berpegang teguh akan melakukan perlawanan pada terhadap kezaliman yang diakibatkan dari ketidakadilan, kezaliman, dan kemunkarannya.

“Jadi yang kita lawan bukan pemerintahnya, tapi ketidakadilannya, kezalimannya,” jelas dia.

Lebih lanjut ia menilai, sejauh ini banyak orang, petinggi negeri, yang acuh terhadap persoalan. Dan dia menyatakan bakal memperjuangkannya.

“Kita wajib untuk bela Tanah Air kita sampai titik darah penghabisan. Kita enggak butuh 1.000 pemuda yang acuh. Kita hanya butuh 1 pemuda yang peduli pada bangsa, rakyat, dan rela mengorbankan nyawa, jiwa, raga, demi RI, daripada 1.000 pemuda yang tidak pernah peduli sama sekali,” katanya.

Editor: Ade Ridwan - Depoktoday

Tags

Terkini

X