Keras! Habib Bahar Rela Korbankan Nyawa Demi Indonesia

- Rabu, 1 Desember 2021 | 12:30 WIB
Habib Bahar (Foto: Istimewa)
Habib Bahar (Foto: Istimewa)

DepokToday- Habib Bahar bin Smith menilai, salah satu faktor Pemerintah Indonesia rusak karena ulah ulama-ulamanya. Pernyataan itu ia sampaikan ketika menjadi bintang tamu dalam podcast bersama ahli hukum dan tata negara Refly Harun.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, Habib Bahar menyebut, Indonesia adalah rumah bagi banyak umat mulai dari Islam, Kristen, Budha, Hindu, Konghucu.

Tapi karena mayoritas penduduk adalah muslim, maka dia kemudian menyinggung peran orang-orang berpengaruh untuk memajukan negeri ini. Terkait hal itu, menurutnya ada peran besar ulama.

Baca Juga: Ini Pesan Penting Habib Rizieq Soal Reuni Akbar 212

Habib Bahar menyinggung, jika Pemerintah Indonesia kini tengah dilanda banyak masalah, maka ada peran kesalahan ulama-ulamanya.

“Rakyat rusak karena pemerintah. Rusaknya pemerintah karena ulama,” tuturnya dikutip pada Rabu, 1 Desember 2021.

Baca Juga: Mantan Orang Kepercayaan OPM Dapat Hadiah Rumah, Ini Sebabnya

Menurut dia, banyak ulama yang saat ini meninggalkan nasehat. Di mana kebijakan yang ditetaskan pemerintah yang tak berpihak pada rakyat banyak yang diacuhkan.

“Sehingga rusaklah, pemerintah rusak karena ulama. Itu karena mereka yang berilmu menggunakan ilmunya untuk membenarkan pemerintah dengan tujuan-tujuan tak benar, mengharapkan harta, pangkat, dan jabatan,” ujarnya.

Dan jika ada yang dianggap tak sepaham, maka maka akan dilawan. Begitu pun sebaliknya.

Habib Bahar Rela Berkorban


Dalam kesempatannya itu, Habib Bahar kemudian menyatakan komitmennya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menegaskan, dalam agama sudah terdapat pesan penting, tak bisa melawan pemerintah yang sah.

Akan tetapi, dirinya akan tetap berpegang teguh akan melakukan perlawanan pada terhadap kezaliman yang diakibatkan dari ketidakadilan, kezaliman, dan kemunkarannya.

“Jadi yang kita lawan bukan pemerintahnya, tapi ketidakadilannya, kezalimannya,” jelas dia.

Baca Juga: Detik-detik Jambret Beraksi, Serang Ibu Pengemudi Mobil

Lebih lanjut ia menilai, sejauh ini banyak orang, petinggi negeri, yang acuh terhadap persoalan. Dan dia menyatakan bakal memperjuangkannya.

“Kita wajib untuk bela Tanah Air kita sampai titik darah penghabisan. Kita enggak butuh 1.000 pemuda yang acuh. Kita hanya butuh 1 pemuda yang peduli pada bangsa, rakyat, dan rela mengorbankan nyawa, jiwa, raga, demi RI, daripada 1.000 pemuda yang tidak pernah peduli sama sekali,” katanya. (rul/*)

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

X