Mantan Menkes Ungkap Kejanggalan Kasus COVID-19 yang Mendadak Raib

- Senin, 29 November 2021 | 12:00 WIB
Penanganan pasien COVID-19 (Foto: Istimewa)
Penanganan pasien COVID-19 (Foto: Istimewa)

DepokToday- Mantan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari kembali membeberkan pandangannya soal keanehan kasus COVID-19. Menurutnya, ada kejanggalan karena tiba-tiba virus mematikan itu mendadak hilang di sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Jepang.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, dalam wawancara terbarunya dengan tvOne, Siti Fadilah coba membongkar temuan bagaimana COVID hilang. Berikut ulasannya.

Siti menilai, Jepang langsung bergerak cepat usai menemukan keanehan mengapa tiba-tiba kasus COVID lenyap. Berbeda dengan Pemerintah RI yang menurut ya tak melakukan apa-apa.

“Di Jepang dalam penelitiannya, ada seorang professor yang bilang varian COVID-19 terjadi error mutasi. Timbul suatu protein yang akhirnya menghentikan mutasi. Itu karena mereka terlalu sering mengalami mutasi sehingga menjadi tak bisa bertahan,” katanya dikutip pada Senin 29 November 2021.

Baca Juga: Bikin Bangga, Komunitas Stand Up Paddle Depok Sabet Podium KASAL CUP 2021

Analisa berikutnya, kemungkinan karena cuaca. Siti menyebut, di Eropa mengapa bisa meledak gelombang ketiga, dimungkinkan karena cuaca dingin yang melanda. Berbeda dengan di Jepang yang sudah tak lagi memasuki musim dingin.

“Kalau di RI kita tak tahu karena apa, apakah karena PPKM. Namun bisa dipastikan bukan karena vaksin, karena di Eropa vaksinnya tinggi,” jelasnya.

Keanehan COVID-19 Hilang


Lebih jauh, Siti Fadilah lantas bilang keanehan soal fenomena pandemi sebenarnya bisa dilihat dari tingkat kasus. Jika benar-benar itu pandemi, dan tidak hasil rekayasa, maka hilangnya kasus akan terjadi secara gradual.

Dan bukan tiba-tiba menghilang seperti sekarang ini. Soal adanya ancaman gelombang ketiga, sejauh ini Siti Fadilah belum mewanti-wanti perlunya kekhawatiran. Sebab epidemiolog Tanah Air belum melihat gejala itu.

Jika pun adanya kekhawatiran, kata dia, seharusnya pemerintahlah yang harusnya takut. Maka itu dia mendorong dilakukannya berbagai persiapan seperti ketersediaan tabung oksigen dan pendukung lainnya.

“Kalau perbedaan Jepang (hilang) dan Eropa (tinggi), kemungkinan karena hawa dingin. Kedua, yang kita cermati, Eropa tak memakai vaksin memakai moderna. Mereka pakainya phyzer dan Astrazeneca. Soal apakah ada sangkut pautnya, belum tahu, saya coba membandingkan saja,” katanya.

Pemerintah Harus Transparan


Siti juga mengatakan, alam hal menghadapi ancaman gelombang ketiga, Siti Fadilah meminta agar Pemerintah merangkul rakyat. Hal ini penting agar seirama menghadapi persoalan. Salah satunya, Pemerintah kemudian diminta transparan.

Baca Juga: 5 Anggota Brimob Terluka Akibat Bentrok dengan TNI, Nih Kronologinya

Sebab jika rakyat kurang percaya Pemerintah, katanya, maka akan susah menegakkan kedisiplinan.

“Jadi bukan kita meniadakan Tahun Baru dan Natal. Pemerintah harus siap hadapi outbreak, jangan lagi ada oksigen kurang, rumah sakit kurang. Itu saja yang mesti dipersiapkan. Dan mereka harus transparan,” tuturnya. (rul/*)

https://www.youtube.com/watch?v=EG53-EmISuw

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

X