Sahroni : Putusan PT Bandung Kontraproduktif dengan Upaya Kepolisian

- Minggu, 27 Juni 2021 | 21:21 WIB
Anggota DPR RI Ahmad Sahroni kecam putusan hakim Pengadilan Tinggi Bandung atas kasus narkoba jaringan internasional. (Istimewa)
Anggota DPR RI Ahmad Sahroni kecam putusan hakim Pengadilan Tinggi Bandung atas kasus narkoba jaringan internasional. (Istimewa)

DEPOK - Putusan Pengadilan Tinggi Bandung atau PT Bandung yang membatalkan hukuman mati bagi enam terpidana kasus narkotika jaringan internasional mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Salah satunya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Dia meminta adanya tim khusus untuk mengusut putusan ini.

"Saya mau ada pengusutan di balik keputusan PT (Pengadilan Tinggi) ini. Karena ini jelas tidak masuk akal vonisnya. Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung perlu menyelidiki dan menurunkan tim khusus untuk memeriksa hakim maupun putusan hakimnya dalam kasus ini," kata dia lewat keterangannya Minggu 27 Juni 2021.

Baca Juga :Tim Satgas Depok Investigasi Perumahan yang Lockdown

Menurut dia, dengan adanya putusan dari Pengadilan Tinggi atau PT Bandung itu, menunjukan sikap yang kontraproduktif dengan upaya kepolisian dalam memberantas narkoba dan menindak tegas para pengedarnya.

Baca juga: Bisa Bobol Gawang Belgia, Cristiano Ronaldo akan Jadi Raja Gol Sejagat

"Saya sedih dengan putusannya. Karena ketika kepolisian berusaha keras memberantas narkoba, namun di tingkat pengadilan, hukuman bagi para pengedar ini justru diringankan," jelas dia.

Seharusnya kata dia, institusi negara memiliki sikap yang sama, yaitu dapat mengganyang bandar besar.
Sebagai informasi, pada persidangan sebelumnya di Pengadilan Negeri Cibadak, Sukabumi, ke enam warga negara asing (WNA) yang menjadi terpidana itu sempat dijatuhi hukuman mati. Adapun jumlah barang buktinya sebanyak 402 kilogram. (lala/*)

Editor: Nur Komalasari - Depoktoday

Tags

Terkini

X