Kenalin Nih, 8 Kapal Perang Canggih yang Bakal Dimiliki Indonesia

- Senin, 21 Juni 2021 | 07:30 WIB
Kapal perang yang akan dimiliki Indonesia. : Fregat FREMM Bergamini-class Luigi Rizzo (F 595) Italia. (@U.S. Navy – Mass Communication Specialist 3rd Class Cameron Pinske)
Kapal perang yang akan dimiliki Indonesia. : Fregat FREMM Bergamini-class Luigi Rizzo (F 595) Italia. (@U.S. Navy – Mass Communication Specialist 3rd Class Cameron Pinske)

DEPOK- Perusahaan multinasional Fincantieri mengumumkan bakal menyiapkan delapan kapal perang untuk Indonesia. Sejumlah kapal itu terdiri dari 6 fregat FREMM yang dimodernisasi dan 2 fregat Maestrale class.

Dilansir dari jakartagreater.com, Fincantieri, adalah salah satu grup pembuat kapal terpenting di dunia, dan Kementerian Pertahanan Indonesia, telah menandatangani kontrak untuk penyediaan 6 frigat kelas FREMM, modernisasi dan penjualan 2 frigat kelas Maestrale, dan dukungan logistik terkait.

Program FREMM (Fregate Europeenne Multi-Missions / FREMM) adalah proyek kerja sama industri Pertahanan Italia-Prancis untuk generasi baru fregat, yang memiliki garis dasar yang sama, tetapi berbeda dari satu negara ke negara lain sebagai fungsi dari persyaratan operasional yang berbeda.

Fregat untuk Angkatan Laut Italia diberi nama Bergamini Class dan dibangun di galangan kapal Fincantieri di Riva Trigoso-Muggiano. “Kapal memiliki bobot penuh sekitar 6.500 ton, panjang keseluruhan sekitar 144 meter dan kecepatan tertinggi melebihi 27 knot,” sebut pernyataan rilis tersebut dikutip pada Senin 21 Juni 2021.

Seperti apa sebenarnya kemampuan rudal pertahanan udara kapal perang tersebut. Berikut ulasannya:

Kapal perang FREMM ini dilengkapi dengan sejumlah varian modul tabung peluncur rudal (VLS).

Tabung peluncur ang umum ditawarkan oleh Fincantieri adalah format 2×8 SYLVER A-43 (16-cell) dengan rudal pertahanan udara Aster 15 buatan MBDA, atau tabung peluncur SYLVER A-50 (16-cell) untuk mengusung rudal pertahanan udara Aster-15 dikombinasikan dengan Aster-30, atau semuanya menggunakan Aster-30.

Sylver (SYsteme de Lancement VERtical) adalah sistem peluncuran vertikal (VLS) yang dirancang oleh DCNS. Peluncur hadir dalam beberapa varian, masing-masing dibedakan berdasarkan ketinggiannya. A-35 dan A-43 dikembangkan untuk meluncurkan rudal permukaan-ke-udara jarak pendek.

Sementara A-50 untuk sistem pertahanan udara jarak jauh (The Principal Anti Air Missile System (PAAMS) yang dikembangkan oleh Prancis, Italia dan Inggris untuk sistem perang anti-pesawat terintegrasi.

Untuk Destroyer


Sementara peluncur A-70 untuk rudal yang lebih besar seperti rudal jelajah untuk serangan darat Angkatan Laut SCALP. Angka pada Sylver mengacu pada perkiraan panjang rudal yang dapat ditampung, dalam desimeter, yaitu A-43 dapat menampung rudal dengan panjang hingga 4,3 meter sedangkan A-70 dapat menampung rudal hingga 7 meter.

Peluncur datang dalam modul delapan sel, kecuali A-35 yang tersedia dalam modul empat sel, dengan masing-masing modul delapan sel menempati ruang dek enam meter persegi. Sel ukuran dalam memiliki panjang 60 cm dan lebar 56 cm, dan setiap sel memiliki lubang pembuangan sendiri. Rudal Crotale NG (VT1) dapat dikemas dalam empat sel dalam satu sel.

Aplikasi utama peluncur Sylver adalah rudal MBDA Aster. Sylver bersama dengan Aster, adalah komponen utama dari sistem perang anti-udara angkatan laut PAAMS. Menggunakan PAAMS, hingga delapan rudal dapat diluncurkan dalam 10 detik.

Baca Juga: Ketika Prajurit Laba-Laba Hitam Pamer Kekuatan di Hutan Papua

Angkatan Laut Prancis telah memulai studi untuk mengubah rudal SCALP EG agar mampu diluncurkan dari Sylver. Dengan rudal naval SCALP ini, akan memberi Prancis kemampuan serangan darat dalam bentuk seperti rudal Tomahawk AS.

Ini juga akan menarik bagi Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang mana kapal Destroyer Tipe 45 dilengkapi dengan peluncur Sylver.

-
Communication Specialist 3rd Class Cameron Pinske

Namun tabung peluncur Sylver A-50 ada juga dengan formasi (6×8 = 48 cells) untuk mengusung SAM Aster 15 dan Aster 30 yang digunakan di Destroyer Type 45 / Daring class Inggris dan destroyer Andrea Doria / HORIZON class Italia dan destroyer Forbin (HORIZON) class AAW Prancis.

Rudal Aster 15 dan 30 di Kapal Perang Indonesia


Rudal Aster adalah landasan program pertahanan udara angkatan laut dan darat di Eropa. Keluarga rudal Aster terdiri dari Aster 15 untuk jarak pendek hingga menengah dan Aster 30 untuk jarak pendek hingga jarak jauh.

Ada kesamaan yang luas antara kedua varian dengan kedua rudal yang menampilkan panah terminal yang sama.

Terminal dart Aster adalah rudal yang ringan, bermanuver tinggi, dan gesit yang dilengkapi dengan pencari RF aktif berkinerja tinggi.

Berkat kombinasi unik dari kontrol aerodinamis dan kontrol vektor dorong langsung yang disebut “PIF-PAF”, rudal ini mampu bermanuver tinggi. Bersama-sama, fitur-fitur ini memberi Aster kemampuan hit-to-kill yang superior.

Rudal Aster 15 dan Aster 30 diluncurkan secara vertikal dan dipandu secara otomatis untuk memberikan cara terbaik mengatasi serangan yang masiv (saturating attacks).

Jenis Peluncur di Kapal Perang Baru Indonesia


Fregat Bergamini class Italia saat ini menggunakan tabung peluncur Sylver A-50 (2×8 = 16 cells) dengan mengusung rudal Aster-15 dan Aster-30. Fregat Bergamini class juga sedang dipersiapkan untuk bisa mengusung SYLVER A-70.

Sementara fregat Aquitaine class Prancis mengusung SYLVER A-43 (2×8 = 16-cells) yang membawa rudal Aster-15 ditambah tabung peluncur SYLVER A-70 (2×8, 16-cell) untuk mengusung rudal jelajah (Naval) MBDA SCALP.

Di bagian depan fregat Aquitaine class terpasang dua modul tabung peluncur yakni: SYLVER A-43 (2×8) dan SYLVER A-70 (2×8). Sebagian lain fregat FREMM Prncis menggunakan formasi: Sylver A-50 (2×8 = 16 cells) dan SYLVER A-70 (2×8, 16-cell), sehingga kapal perang ini menyeramkan bagi musuh.

Adapun Frigate FREMM Multi Mission Maroko dan fregat FREMM Multi Mission Mesir, sama sama menggunakan tabung peluncur Sylver A-43 dengan format 2 x 8 cells. Tentunya bisa ditebak rudal yang diusung adalah Aster-15, karena rudal Aster-30 memiliki panjang 4,9 meter.

Fregat Formidable class Multi Mission Singapura menggunakan peluncur Sylver A-50 dengan format 4 x 8 cells, sama dengan fregat Al Riyadh class Multi Mission Arab Saudi.

Persenjataan Lain


Meriam dari FREMM class ini mengandalkan 1 x OtoMelara/Leonardo 76/62SR (3″ / 76mm / 62-caliber) gun. Adapun rudal anti-kapal mengusung: 8 x MBDA MM40 Exocet Block 3 SSM missiles.

Untuk pertahanan jarak dekat RCWS menggunakan: 2 x Nexter Narwhal 20mm remote weapon systems.

Adapun untuk serangan bawah air menggunakan: 2 x WASS/EuroTorp B515/3 twin torpedo tubes for Eurotorp MU90 torpedoes.

Persenjataan itu bisa saja berubah jika pihak yang mengakusisi menginginkan modifikasi. Pada dasarnya FREMM class pun dibagi ke dalam dua varian yakni, fungsi anti-submarine warfare (asw) dan fungsi general purpose (GP), yang membuat formasi persenjataan juga meiliki perbedaan. (rul/*)

 

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

X