Terminal Tipe A Jatijajar Depok Catat Lonjakan Penumpang Usai Mudik

- Senin, 24 Mei 2021 | 10:57 WIB
WhatsApp Image 2021-05-23 at 14.41.22
WhatsApp Image 2021-05-23 at 14.41.22

DEPOK- Sejumlah terminal mulai mengalami peningkatan jumlah penumpang sejak masa berlaku peniadaan mudik berakhir pada 17 Mei 2021. Lonjakan itu salah satunya tercatat di Terminal Tipe A Jatijajar, Depok.

Kondisi tersebut tampak sejak dibukanya kembali layanan angkutan antar kota antar provinsi atau AKAP dan angkutan antar kota dalam provinsi atau AKDP. Khusus di Terminal Tipe A Jatijajar, Depok, jumlah pada periode Januari-Maret, setiap hari rata-rata melayani penumpang AKAP sekira 324 orang.

Sementara setelah berakhirnya masa peniadaan mudik, setidaknya rata-rata per hari terdapat pengguna layanan angkutan AKAP di terminal itu sebanyak 519 penumpang.

“Dengan demikian kenaikan penumpang yang berangkat melalui Terminal Tipe Jatijajar Depok pada periode ini tercatat kurang lebih sebesar 60 persen,” kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana B Pramesti dikutip pada Senin 24 Mei 2021.

Adapun Ponorogo, Bojonegoro, Yogyakarta dan Pekalongan merupakan daerah yang paling banyak dituju oleh penumpang yang berangkat melalui Terminal Tipe A Jatijajar, Depok.

“Untuk jumlah PO yang terdapat di Terminal Jatiajar ini sebanyak 48 perusahaan,” ujarnya

Ia menjelaskan, data tersebut berdasarkan catatan periode 18 hingga 21 Mei 2021. Kondisi serupa juga terjadi pada Terminal Poris Plawad Tangerang dan Terminal Baranangsiang Bogor.

Baca Juga: Sejak Hari Ini, Kebijakan PT KAI Wajibkan Penumpang KAJJ Tes GeNose

Sedangkan untuk Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan tidak terjadi kenaikan. Peningkatan terjadi dengan asumsi dibandingkan dengan jumlah rata-rata penumpang pada masa normal yaitu pada Januari - Maret 2021.

Polana menyebutkan kenaikan jumlah pengguna layanan AKAP sebesar 8,87 persen tercatat di Terminal Baranangsiang Bogor.

“Pada hari-hari biasa seperti Januari sampai dengan Maret rata-rata per hari Terminal Baranangsiang melayani penumpang sekitar 203 orang,” jelasnya.

Kemudian usai masa peniadaan mudik, Terminal Baranangsiang tercatat melayani sebanyak 221 penumpang rata-rata per hari.

Tujuan Pemudik Terbanyak


Polana menyebut di Terminal Baranangsaiang Bogor, destinasi yang paling banyak dituju yaitu Wonosobo di Jawa Tengah dan Lampung serta Padang yang ada di Sumatera.

“Di Terminal Baranangsiang Bogor, setidaknya terdapat 24 PO yang beroperasi melayani AKAP,” tuturnya.

Untuk pengguna layanan AKAP di Terminal Poris Plawad Tangerang, usai masa peniadaan mudik juga mengalami peningkatan sekitar 74 persen.

“Apabila pada waktu normal rata-rata setiap hari melayani penumpang sekitar 446 orang, maka selepas masa peniadaan mudik Terminal Poris Plawad rata-rata melayani sejumlah 776  penumpang per hari,” katanya.

-
Lonjakan penumpang bus AKAP dan AKDP terjadi di sejumlah terminal. Salah satunya di Terminal Tipe A Jatijajar, Depok. (Depoktoday.com)

Menurut catatan BPTJ, kata Polana, Padang dan Madura merupakan destinasi yang paling banyak dituju oleh pengguna layanan AKAP melalui terminal tersebut.

“Untuk jumlah PO yang terdapat di Poris Plawad sebanyak 78 perusahaan.”

Lebih lanjut Polana mengungkapkan, khusus untuk Terminal Pondok Cabe, Tangerang Selatan, tidak terdapat adanya kenaikan jumlah penumpang pada terminal ini.

“Rata-rata penumpang harian sepanjang Januari-Maret dibandingkan dengan jumlah penumpang rata-rata per hari pasca beroperasinya kembali layanan AKAP setelah masa peniadaan mudik jumlahnya sama yaitu sebanyak 38 penumpang setiap harinya,” ujarnya.

Menurut Polana, Madura merupakan daerah yang paling banyak dituju oleh pengguna layanan melalui Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan itu.

“Untuk Terminal Pondok Cabe setidaknya terdapat 26 PO yang melayani AKAP melalui  terminal ini,” katanya Polana. (rul/*)

 

Editor: Zahrul Darmawan - DepokToday.com

Tags

Terkini

X