Tunjangan Profesi untuk Guru Madrasah Cair Bertahap

- Kamis, 20 Mei 2021 | 17:55 WIB
Ilustrasi uang untuk tunjangan guru madrasah. (Istimewa)
Ilustrasi uang untuk tunjangan guru madrasah. (Istimewa)

JAKARTA—Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi tenaga pendidik di madrasah sudah mulai cair, namun bertahap dengan periode antara Januari-Maret. Kebijakan itu juga berlaku di Kota Depok.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Muhammad Zain mengatakan, tunjangan profesi itu berlaku untuk guru madrasah negeri dan swasta.

Kata dia, tunjangan tersebut meliputi TPG bagi guru madrasah yang Pegawai Negeri Sipil (PNS), maupun guru madrasah bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) yang telah memiliki Nomor Register Guru (NRG).

"Alhamdulillah, proses pencairan TPG sudah berjalan, Januari-Maret, pada 34 provinsi," tegas M Zain di Jakarta seperti dikutip situs resmi Kementerian Agama, Kamis 20 Mei 2021.

Menurut M Zain, pencairan tunjangan profesi bagi guru madrasah bukan PNS, tahun ini  dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi. Sebelumnya, pencairan dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

"Mekanisme pencairan TPG bagi guru madrasah bukan PNS (GBPNS) masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya," jelas M Zain.

 Baca Juga: Depok ‘Surganya’ Apartemen, Tapi Minim Madrasah Negeri

"Sedangkan untuk guru madrasah yang PNS, pencairan TPG nya dilakukan oleh masing-masing Satuan Kerja (Satker) sebagaimana pencairan gaji bulanan mereka," sambungnya.

Ke depan, lanjut M Zain, Direktorat GTK akan melakukan pendampingan dan pembinaan bagi daerah-daerah yang masih rendah pencairannya.

Besaran Profesi Tunjangan Guru Madrasah


Kasubdit Guru Dit GTK Madrasah, Ainur Rofiq, menambahkan, besaran TPG untuk guru madrasah yang PNS sebesar gaji pokok sesuai dengan pangkat dan golongannya.

Sedang untuk guru madrasah yang bukan PNS, TPG yang diberikan sebesar Rp1,5 juta ditambah tunjangan inpassing yang disesuaikan dengan penyetaraan pangkat dan golongannya.

Rofiq mengakui bahwa ada kendala pendataan sehingga TPG tidak bisa dicairkan pada awal tahun. Pihaknya harus melakukan verifikasi dan validasi datanya, serta menetapkan pejabat pengelola anggaran.

"Alhamdulillah, kendala ini mulai teratasi, sehingga pencairan bisa dilakukan. Masih ada beberapa kabupaten/kota yang terkendala pencairan, saat ini masih proses validasi data. Semoga, tidak lama lagi cair," paparnya.

Rofiq berharap, TPG bisa digunakan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun juga untuk pengembangan diri Guru Madrasah baik dari segi kualifikasi, kompetensi, maupun attitude nya.

"Ke depan TPG bagi Guru Madrasah diharapkan bisa mendorong pelaksanaan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) secara mandiri. Dari Kelompok Kerja Guru, oleh Kelompok Kerja Guru, dan untuk Kelompok Kerja Guru," tandasnya.(tdr/*)

Editor: Tidar Aira - DepokToday.com

Tags

Terkini

Kini Giliran Irjen Fadil Imran yang Dibidik

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:00 WIB
X