Nasib Tragis Penjaga SDN Sukatani 6, Dianiaya Rampok Dihadapan Anak Istri

Penjaga sekolah SDN Sukatani 6 di Tapos, Depok ditusuk garong. (Foto: Instagram)
Penjaga sekolah SDN Sukatani 6 di Tapos, Depok ditusuk garong. (Foto: Instagram)

DepokToday- Febri, penjaga sekolah SDN Sukatani 6 yang ditusuk komplotan perampok hingga kini masih terbaring lemah di Rumah Sakit Bhayangkari, Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Belakangan diketahui, selain ditusuk, Febri juga sempat dipukuli para pelaku. Menurut keterangan Siti Supiah, istri Febri, peristiwa mengerikan itu terjadi sekira pukul 01:20 WIB pada Rabu, 10 November 2021.

Saat itu, ia bersama anak dan suami sedang tidur tiba-tiba mendengar suara gaduh. Awalnya, mereka mengira itu hanyalah kucing.

“Nggak tahunya ada kaki turun dari plafon. Saya bangun teriak, pelaku langsung lari ke pintu belakang,” katanya pada awak media, Selasa 16 November 2021.

Baca Juga: Tampil di Play-off Piala Jakarta, RB Depok Langsung Meraih Kemenangan

Sang suami, lanjut Siti, sempat berusaha mengejar pelaku namun nahas, ia malah kena tusuk pada bagian perut. Tak hanya itu, pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang tersebut juga sempat memukuli sang penjaga sekolah ini hingga babak belur.

Sayangnya, Siti mengaku tidak tahu ciri-ciri kedua bandit yang menyatroni SDN Sukatani 6 tersebut.

“Ciri-ciri nggak tahu, kan mereka pakai buff (penutup wajah) udah gitu kedaan kaget, namanya kita baru bangun tidur juga. Tapi seinget saya tinggi, yang satu lagi nggak ngeh, karena sudah terlalu takut gitu. Pas warga ngejar katanya pakai motor,” jelasnya.

Baca Juga: Detik-detik Daud Yordan Bikin KO Jagoan Rusia, Endingnya Haru

Selain mengalami luka tusuk pada bagian perut sebelah kanan, korban juga mengalami lebam pada bagian kaki, kepala, tangan dan tungkuk.

Nasib Tragis Penjaga SDN Sukatani 6

Sementara itu, salah seorang guru SDN Sukatani 6, Tin Sukarni mengaku, dirinya mengetahui kejadian tersebut sekira pukul 02:15 WIB.

“Saya tahunya pas istri korban nelpon. Katanya sekolah dirampok, bapak ditusuk, saya kaget. Langsung saya telepon teman-teman biar dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Baca Juga: Garong Satroni Tiga Sekolah di Tapos, Satu Penjaga Luka Parah

Awalnya korban dilarikan ke Rumah Sakit Sentra Medika, Depok. Namun karena tidak punya BPJS, proses penanganan jadi terhambat. Tak tinggal diam, Sukarni kemudian mengeluarkan dana pribadi.

Tapi ternyata, korban belum tertangani juga dengan berbagai alasan pihak rumah sakit tersebut.

“Nah jam 8 paginya datang Bu Kepala Sekolah, dan Kabid Disdik mengusulkan untuk dirujuk karena tindakan Sentra Medika lamban. Makanya dirujuk ke rumah sakit lain,” tuturnya.

Baca Juga: Sehari 11 Motor Raib, Bukti Curanmor Panen Gentayangan di Depok

“Karena di Sentra Medika belum ada tindakan sampai siang, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Brimob. Nah sorenya baru ada tindakan operasi,” sambung dia.

Menurut pengakuan Sukarni, kasus pencurian di SDN Sukatani 6 ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya pelaku juga sempat membawa kabur kompor gas, alat tulis kantor, appar, dan tabung gas.

“Sempat satu karung itu tertinggal, nggak tahunya ada laptop satu set. Itu berhasil kami amankan barangnya,” kata dia.

Ia menduga, pelaku kali ini ada kaitannya dengan kasus sebelumnya.

“Nah kejadian yang kedua ini belum sempat ada yang diambil. Mungkin mereka penasaran makanya balik lagi. Korban ini selain ditusuk sempat dipukulin juga.”

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Cimanggis. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan dari pihak terkait. (rul/*)