Nakes Protes Honor COVID Diduga Dipotong Manajemen Puskesmas

Gedung Balai Kota Depok (Rul/Depoktoday)

DEPOK- Selain di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, dugaan pemotongan dana insentif penanggulangan COVID-19 ternyata juga dikeluhkan oleh tenaga kesehatan (nakes).

Dugaan kasus itu dibeberkan oleh seorang nakes yang berprofesi sebagai dokter non PNS dan sempat bertugas di Puskesmas Cilodong, Depok.

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, honor yang diterima dokter tersebut yakni Rp 10 juta. Namun pihak manajemen pukesmas setempat, meminta pengembalian Rp 3 juta, dengan dalih untuk disumbangkan pada nakes yang lain.

“Menurut pandangan saya dan beberapa personil UPTD Puskesmas Cilodong, diskresi yang dibuat oleh pimpinan dan manajemen UPTD Puskesmas Cilodong ini adalah baik dan dirasa cukup adil bagi kami,” kata dokter yang enggan disebutkan namanya itu dalam keterangan yang diperoleh pada Rabu 28 April 2021

Hanya saja, ia berpendapat, kebijakan itu perlu didukung dengan transparansi dan akuntabilitas yang memadai untuk menghindari potensi kejahatan penyimpangan atas pengelolaan keuangan negara dan untuk mewujudkan penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, maupun nepotisme.

“Bahwa menurut sepengetahuan saya dalam hal kesepakatan dan instruksi pengembalian dana insentif COVID sebagaimana dimaksud di atas adalah tanpa didasarkan pada surat kedinasan yang jelas, melainkan hanya disampaikan melalui pesan pribadi kepada masing-masing nakes yang menerima dana tersebut.”

Besaran nominal pengembalian dana yang diinstruksikan kepada nakes yang telah menerima honor insentif berbeda-beda.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Damkar, Razman Singgung Moralitas Pejabat

Di samping itu, hal-hal yang menjadi pertimbangan bagi pihak manajemen UPTD Puskesmas Cilodong dalam menentukan nominal pengembalian dana dan masing-masing nakes yang telah menerima dana insentif tersebut juga tanpa diketahui atau disepakati bersama oleh segenap personil UPTD Puskesmas Cilodong.

“Kemudian saya menghubungi Kepala UPTD Puskesmas Cilodong untuk menanyakan kejelasan mengenai pendistribusian dana insentif covid yang akan dihimpun dari tenaga kesehatan yang telah menerima dana insentif tersebut, namun Kepala UPTD Puskesmas Cilodong menolak untuk memberikan data dan informasinya kepada saya,” katanya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, dokter Novarita tak menampik adanya informasi tersebut.

“Jadi terkait kabar itu itu adalah insentif atau anggaran nakes ini kan diperuntukannya untuk beberapa orang saja yang di puskesmas. Nah kemudian ini sudah kita berikan dengan aturannya,” kata dia

Untuk honor tiap nakes di puskesmas beda-beda, sesuai kriteria masing-masing.

“Tapi pada intinya, tiap puskesmas itu yang mendapatkannya sesuai jumlah kasus COVID yang dilayani dan tidak semua nakes mendapatkan. Jadi ada hitung-hitungannyalah, dan untuk pembagian ini sudah dilakukan riview oleh BPKP,” ujar Novarita

Karena tidak semua nakes di puskesmas dapat insentif, maka dilakukanlah kesepakatan, bahwa yang menerima membagi pada yang tidak mendapatkan.

“Ini kan kerja tim bukan kerja perorangan, tapi karena aturan pusatnya cuma dapat beberapa orang saja, ya akhirnya kan harus berbagi dan ini sudah ditandatangi dalam kesepakatan,” tuturnya

Novarita tak menyangka, jika ternyata ada seorang nakes yang merasa keberatan dengan kesepakatan tersebut.

“Enggak tahu gimana dia akhirnya mempertanyakan. Padahal waktu kemarin dia biasa saja. Jadi sebenarnya bukan pemotongan, tapi sudah disepakati bahwa yang dapat berbagi pada yang tidak dapat,” tuturnya

“Cuma mungkin komunikasinya saja yang tidak sampai, hingga akhirnya jadi pertanyaan yang bersangkutan,” timpal dia lagi

Dana tersebut, kata Novarita adalah pos anggaran 2020 yang baru dicairkan pada 2021.

“Kan ini anggaran untuk dua bulan atau tiga bulan gitu. Jadi ini pos anggaran 2020 yang dicairkan 2021, karena turunnya pas akhir tahun, Desember masuk ke kas daerahnya.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here