Muhammadiyah Bukan Alat Kepentingan Politik Praktis

Suryadi.(Foto: Istimewa)

GANDUL—Muhammadiyah bukan organisasi politik apalagi partai politik. Namun sejarahnya, Muhammadiyah pernah melahirkan tokoh-tokoh politik serta negarawan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, dalam sebuah keterangannya di media, melarang aktifis Muhammadiyah yang terjun ke politik praktis untuk menyeret nama Muhammadiyah ke dalam politik praktis, bergeraklah sebagai kelompok-kelompok relawan atau kelompok kepentingan yang sifatnya tidak membawa Muhammadiyah.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/begini-sikap-politik-muhammadiyah-depok-di-pilkada/

Mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Depok, Suryadi, sepakat dengan pernyataan Haedar Nasir.

“Janganlah bawa-bawa nama Muhammadiyah dalam berpolitik praktis baik itu atribut maupun membawa jabatannya di dalam ranah politik praktis, kita mengetahui sendiri bahwa Muhammadiyah netral aktif dalam politik praktis,” ucap Suryadi di kawasan Gandul, Kamis 19 November 2020.

“Saya juga sangat menyayangkan beberapa pasangan calon Pilkada Kota Depok membawa Muhammadiyah baik dikarenakan dia pernah sekolah di Muhammadiyah ataupun memiliki Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) untuk sekedar alat untuk kepentingan politik praktis, silahkan berpolitik tapi jangan membawa Muhammadiyah untuk kepentingan pribadi tetapi membawa fungsi dan misi Muhammadiyah ke dalam politik, karena politik adalah bagian dari dakwah,” tambahnya.

Ia juga setuju dengan sikap netral aktif yang diambil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok di pilkada tahun ini.

“Sudah tepat, sesuai dengan intruksi PP Muhammadiyah. Kita kan mengikuti arahan dari ketum PP Muhammadiyah. Kebetulan PDM Kota Depok seperti itu,” kata Suryadi di kawasan Gandul, Kamis 19 November 2020.

Suryadi mengakui politik itu memang penting, tetapi urusan politik itu rumit dan kompleks apalagi pelaku politik praktis itu juga melibatkan pihak yang saling berebut baik di lingkungan organisasi kemasyarakatan dan partai politik.

“Dunia politik praktis juga bahkan sering kali keras, berliku dan tidak jarang penuh permainan yang dikenal dengan siasat dan muslihat,” ujar Suryadi.

Suryadi berharap, para kader dan anggota Muhammadiyah yang aktif dalam politik praktis jangan sampai mencampuradukkan dan membawa kepentingan politik yang notabennya kepentingan pribadi ke dalam persyarikatan Muhammadiyah.

(tdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here