Mohammad Idris Doakan Korban Hanyut di Sungai Cileueur Mati Syahid

Wali Kota Depok Mohammad Idris (kiri) saat berbincang dengan orang tua korban hanyut di Sungai Cileueur, Sabtu 16 Oktober 2021. (Twitter/IdrisAShomad)
Wali Kota Depok Mohammad Idris (kiri) saat berbincang dengan orang tua korban hanyut di Sungai Cileueur, Sabtu 16 Oktober 2021. (Twitter/IdrisAShomad)

DepokToday – Wali Kota Depok Mohammad Idris mendoakan seluruh korban yang meninggal dalam peristiwa hanyutnya belasan siswa dalam kegiatan susur sungai Cileueur, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada Jumat 15 Oktober 2021, menjadi syahadah atau mati syahid.

“Mereka wafat pada saat belajar di Pondok Pesantren, semoga ini bagian dari syahadah (mati syahid) dalam pandangan Allah SWT,” kata Idris melalui postingan akun Twitternya, Sabtu 16 Oktober 2021.

Mohammad Idris pun mendoakan, agar para siswa siswi yang meninggal dapat menjadi harapan keselamatan dan kebahagiaan bagi kedua orang tuanya kelak di masa depan.

“Dan sekaligus menjadi doa, harapan keselamatan dan kebahagiaan bagi kedua orang tuanya di akhirat kelak. Amin Ya Rabb,” sambung Idris.

Tak lupa juga, Idris mengucapkan bela sungkawa terhadap para keluarga korban utamanya bagi keluarga Muhammad Kafka Firmansyah (12 tahun) dan Siti Jahra Anjani (12 tahun) yang merupakan warga Kota Depok.

“Secara pribadi dan pemerintah turut berbela sungkawa atas wafatnya 2 ananda warga Depok ini, semoga keduanya menjadi dzukhroh permata hati bagi kedua orang tuanya di akhirat kelak,” kata Idris.

Baca Juga: Mulai Sekarang! Ridwan Kamil Larang Sekolah Lakukan Tadabur Alam

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 siswa dari MTs Harapan Baru, Pondok Pesantren Cijantung, Ciamis, Jawa Barat dikabarkan meninggal dunia saat melaksanakan kegiatan Pramuka susur sungai di Cileueur pada Jumat 15 Oktober 2021. Dari belasan nyawa yang melayang itu, dua di antaranya adalah bocah asal Kota Depok.

Dua pelajar asal Depok itu yakni Muhammad Kafka Firmansyah (12 tahun), warga Kampung Cikumpa RT 006 RW 005, Kelurahan Sukamajaya, Depok dan Siti Jahra Anjani (12 tahun) warga Kampung Cikumpa, RT 03 RW 05, Kelurahan Sukmajaya, Depok.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun telah meminta Bupati dan Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis melakukan evaluasi terhadap peristiwa tersebut.

“Sesuai kewenangan level SMP atau Tsanawiyah, itu di Bupati dan Kemenag, kita minta untuk melakukan evaluasi menyeluruh,” kata Kamil saat mengunjungi Kota Depok, Sabtu 16 Oktober 2021. (ade/*)