Misteri Buaya Putih dan Hilangnya Kakek Napis di Ciliwung Depok

Tim SAR mencari orang hilang di Kali Ciluwung, Depok (DepokToday.com)
Tim SAR mencari orang hilang di Kali Ciluwung, Depok (DepokToday.com)

DepokToday- Ciliwung adalah salah satu sungai terpenting di tatar Pasundan. Sejumlah daerah yang dilintasi aliran sungai tersebut meliputi Bogor, Depok dan Jakarta.

Banyak peristiwa mengerikan terjadi di sungai tersebut. Bahkan tak jarang memakan korban jiwa.

Kakek Napis, salah satunya. Ia raib ditelan Kali Ciliwung Depok pada Jumat 18 Desember 2020 lalu, dan hingga kini jasadnya belum ditemukan.

Berbagai cara telah dilakukan aparat dan relawan untuk menemukannya. Namun nyatanya sampai sekarang hal itu tidak membuahkan hasil. Kakek Napis seperti hilang tertelan Kali Ciliwung.

Berdasarkan pengakuan saksi, Kakek Napis jatuh ke Kali Ciliwung sekira pukul 11:30 WIB. Saat itu, ia sedang membuat pagar di pinggir kali dekat rumahnya, di kawasan Kampung Mampangan, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Depok.

Menurut kepercayaan turun-temurun yang berkembang di lingkungan warga pinggiran Ciliwung, Depok, korban yang hilang di sungai itu biasanya akibat ulah makhluk halus. Warga menyebutnya siluman buaya putih atau lembu.

Petugas gabungan mengevakuasi jasad seorang remaja yang tenggelam di Kali Ciliwung (DepokToday.com)
Petugas gabungan mengevakuasi jasad seorang remaja yang tenggelam di Kali Ciliwung (DepokToday.com)

Beberapa warga bahkan mengaku, sebelum ada kejadian orang hanyut, biasanya akan mendapat firasat dan mimpi aneh. Seperti yang terjadi pada seorang anak kecil pada beberapa tahun lalu.

Anak yang diketahui bernama Raihan itu tewas lantaran terbawa arus Kali Ciliwung. Padahal kala itu airnya tidak terlalu tinggi.

“Iya, biasanya begitu. Saya selalu dapat mimpi kalau mau ada kejadian. Nah, apa yang terjadi sama Raihan, saya juga sempat mimpi. Saya mendapat mimpi, ada tiga ekor ayam di kali. Dua betina berhasil terbang, sedangkan yang lakinya enggak bisa,” kata Siti salah satu warga setempat dikutip pada Senin, 23 Agustus 2021.

Baca Juga: Kisah Noni Belanda, Penghuni Gaib di Rumah Tua Cimanggis

Menurut pengalaman saksi lainnya, mereka yang jadi korban di Kali Ciliwung rata-rata adalah warga pendatang.

“Kalau orang asli sini jarang yang jadi korban. Biasanya kebanyakan warga pendatang. Mungkin belum tahu kondisi di sini kali ya, jadinya hanyut,” ucap salah seorang warga di kawasan bantaran Ciliwung Depok.

“Kalau soal yang gaib-gaib itu kan kepercayaan masing-masing. Tapi ya namanya makhluk halus kan bisa dimana saja,” timpalnya lagi.

Tentang Ciliwung dan Depok

Dilansir dari wikipedia, Ci Liwung, atau biasa ditulis Ciliwung memiliki

panjang aliran utama sungai hampir 120 km dengan daerah tangkapan airnya (daerah aliran sungai) seluas 387 km².

Baca Juga: Cikal Bakal Debus di Tanah Banten, Begini Cara Menguasainya

Sungai ini relatif lebar dan di bagian hilirnya dulu dapat dilayari oleh perahu kecil pengangkut barang dagangan. Wilayah yang dilintasi Ciliwung adalah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta.

Hulu sungai ini berada di dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, atau tepatnya di Gunung Gede, Gunung Pangrango dan daerah Puncak. (rul/*)