Milenial Mau Punya Rumah Sebelum Usia 30? Simak 3 Tips Jitunya

Komunitas Property Academy Pinhome.(Foto: Pinhome)
Komunitas Property Academy Pinhome.(Foto: Pinhome)

DepokToday—Sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan, properti kerap dilirik oleh semua orang untuk dijadikan rumah hunian ataupun aset.

Kendati begitu, masih banyak orang—khususnya kaum milenial—yang bingung bahkan tidak mengetahui apa saja pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum bertransaksi properti.

Ahli Properti dan Pembiayaan Pinhome, Vina Yenastri, mengatakan sedikitnya ada tiga tips untuk milenial yang tertarik membeli properti sebelum menginjak usia 30 tahun.

Pertama, Vina menyarankan agar membeli properti di area suburban dengan mempertimbangkan kemudahan akses transportasi.

“Kalau memang mau beli properti sebelum usia 30 tahun, belilah properti yang berada di area suburban. Lokasinya tidak berada di pusat kota, tapi tetap gampang untuk bolak-balik ke kota atau ke daerah pusat kota dengan pertimbangan akses transportasi,” kata Vina melalui keterangan tertulisnya, Jumat 30 Juli 2021.

BACA JUGA: Geliat Properti Seiring Dibukanya Tol Desari Seksi II

Kemudian, milenial bisa mempertimbangkan untuk membeli apartemen terlebih dahulu karena lebih terjangkau dari segi harga dibandingkan langsung membeli rumah.

“Bisa beli apartemen dulu karena harganya memang relatif lebih terjangkau, lalu bisa dijual lagi untuk DP pembelian rumah,” lanjutnya.

BACA JUGA: Belajar Dunia Properti Bisa di Komunitas Property Academy

Kemudian tips ketiga, milenial juga dapat mempertimbangkan untuk membeli apartemen atau rumah inden.

“(Milenial bisa) membeli apartemen atau rumah baru saat masih tahap konsep atau land clearing, jadi masih inden. Kemudian bayar DPnya memakai metode cicilan sehingga lebih meringankan, sembari mengumpulkan dana untuk biaya-biaya yang lain,” jelas Vina.

Ilustrasi anggota Komunitas Property Academy Pinhome.(Foto: Istimewa)
Ilustrasi anggota Komunitas Property Academy Pinhome.(Foto: Istimewa)

Tak hanya itu, Vina juga menekankan bahwa penting untuk mengetahui kelebihan dari masing-masing tipe properti. Sedikitnya ada empat tipe properti yang harus diperhatikan, mencakup rumah tapak, apartemen, ruko, dan tanah.

“Kalau rumah, bangunannya memang bisa diperluas atau dipertingkat (menjadi beberapa lantai). Lalu harga tanahnya biasa mengalami kenaikan harga, jadi kita bisa investasi di situ. Berikutnya, kita dapat menaikkan harga sewa jika kualitas bangunannya bagus,” tandas Vina.

“Sedangkan kalau apartemen, dari segi permintaan terbilang tinggi sehingga banyak orang yang lebih milih sewa karena lokasinya lebih dekat di pusat kota,” sambungnya.

Apartemen Margonda Residence di Jalan Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.(Foto: Istimewa)
Apartemen Margonda Residence di Jalan Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.(Foto: Istimewa)

Ditambah lagi, kata dia, sekarang banyak orang yang mempertimbangkan menyewa apartemen dibandingkan tinggal di kost.

“Lalu apartemen jangka waktu sewanya juga fleksibel bisa bulanan, per enam bulan, atau tahunan. Dari segi fasilitas pun umumnya sudah lengkap tersedia seperti tempat olahraga, kolam renang, taman, dan lain-lain,” terangnya.

Ruko dan Tanah

Selain rumah dan apartemen, Vina menyebut ruko dapat menjadi pilihan yang tepat bagi milenial yang berencana atau sedang merintis usaha.

“Biasanya harga ruko selalu meningkat apalagi jika berlokasi di daerah strategis. Dari segi pengunjung juga banyak, sehingga orang akan berpikir ‘apabila sewa di sini untuk dijadikan usaha pun sudah oke dari sisi traffic’. Enaknya lagi, ruko dapat digunakan sebagai tempat usaha dan tempat tinggal,” tutur Vina.

DIBACA JUGA: Diamond Citra Propertindo Catat Kenaikan Laba 109,77 Persen

Terakhir, milenial juga dapat mempertimbangkan untuk membeli tanah karena nilai investasinya cenderung naik dan tepat untuk dijadikan investasi jangka panjang.

“Kelebihan investasi tanah yaitu nilai investasinya terus naik tapi tidak dalam jangka waktu 2-3 tahun, tanah termasuk investasi jangka panjang yang membutuhkan sekitar 8-10 tahun agar harganya jauh lebih tinggi. Tanah juga tidak membutuhkan banyak maintenance dan minim kompetisi karena sebelum membeli biasanya orang hanya melihat luas dan lokasi. Selain itu, tanah bisa digunakan untuk berbagai jenis usaha,” pungkas Vina.

(tdr/ris/*)