Mewah Banget, PT Pelni Sulap Kapal Pesiar Jadi Rumah Sakit COVID

PT Pelni siapkan kapal pesiar jadi rumah sakit pasien COVID-19. (Istimewa)
PT Pelni siapkan kapal pesiar jadi rumah sakit pasien COVID-19. (Istimewa)

JAKARTA- PT Pelni menyulap salah satu kapal pesiar miliknya menjadi rumah sakit rujukan untuk pasien COVID-19. Keputusan itu diambil mengingat lonjakan kasus yang semakin tinggi hingga membuat daya tampung rumah sakit menjadi over kapasitas.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, tak tanggung-tanggung, kapal laut yang digunakan merupakan jenis model kapal pesiar yang biasa membawa penumpang untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara.

Seperti diketahui, kemewahan kapal pesiar sendiri dikenal sebagai kapal laut untuk penumpang elit.

Namun karena kasus COVID-19 di Indonesia cukup tinggi, PT Pelni akhirnya mengizinkan salah satu kapal pesiarnya itu menjadi rumah sakit apung sementara.

“Tempat isolasi apung itu dibuat guna mengantisipasi lonjakan kasus termasuk keterbatasan tempat tidur untuk pasien COVID-19 di Lampung,” kata Plt Kepala KSOP Kelas I Panjang, Hendri Ginting, dikutip pada Sabtu 17 Juli 2021.

Hendri menjelaskan, kapal laut pesiar ini memiliki kapasitas yang cukup besar, lantaran sanggup menampung sebanyak 900 orang pasien yang membutuhkan perawatan akibat terpapar COVID-19.

Kapasitas Kapal Pesiar PT Pelni

Nantinya kapal ini akan beroperasi merawat para pasien, dengan tenaga medis hasil kerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat.

“Kapasitas kapal cukup untuk 900 orang. Namun mengikuti penerapan protokol kesehatan jadi kita ubah menjadi kapasitas 500 orang,” katanya.

Baca Juga: Imam Budi Hartono Batal Rilis Lagu Usai Diserbu Netizen, Ini Sebabnya

Sedangkan, untuk tenaga kesehatan (nakes) dan fasilitas lainnya, KSOP akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

“Untuk nakes dan yang lainnya akan bekerjasama dengan dinas terkait dan semoga dengan hadirnya kapal pesiar isolasi apung ini, dapat mengatasi keterbatasan tempat tidur di Lampung,” tuturnya.

Isolasi Apung

Menanggapi hal itu, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, tempat isolasi apung akan segera terwujud supaya pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 bisa segera ditampung.

“Mudah-mudahan kapalnya bisa segera datang, sehingga kekurangan tempat tidur pasien isolasi COVID-19 bisa teratasi,” katanya. (rul/*)