Merasa Ditipu, Nasabah AIA Menjerit, Pengacara: Korbannya Banyak

Nasabah yang mengaku jadi korban AIA (DepokToday.com)
Nasabah yang mengaku jadi korban AIA (DepokToday.com)

DepokToday- Jumlah nasabah yang mengaku menjadi korban asuransi AIA mulai bertambah. Rata-rata mengaku, merasa terjebak dengan iming-iming yang ditawarkan. Alih-alih mendapat untung, mereka malah mengaku rugi.

Adalah Yuliah, salah satu nasabah yang mengaku menjadi korban asuransi tersebut. Ia mengatakan, kejadian bermula ketika dirinya hendak membuka tabungan di salah satu bank swasta di Jakarta.

Tiba-tiba, ia ditawari oleh pegawai AIA untuk ikut tabungan pendidikan. Karena tertarik, Yuliah akhirnya menyertakan nama kedua anaknya.

“Setelah saya buka dua polis, yang saya tahunya itu tabungan pendidikan ternyata itu asuransi unit link,” katanya saat ditemui awak media dan dikutip pada Senin 18 Oktober 2021.

Baca Juga: Depok Nihil Kasus Baru COVID-19, Wali Kota: Alhamdulillah Hari Ini Lebih Baik dari Kemarin

Saat ini, ujar Yuliah, sudah berjalan tahun ke delapan, yang seharusnya tahun pencairan.

“Tujuh tahun lalu saya buka premi Rp 25 juta per tahun, saya buka dua polis. Setelah itu akhirnya satu polis saya tutup, satunya lagi tetap berjalan dengan harapan duitnya tidak dipotong nilainya.”

Ibu muda ini mengaku, uang yang disetorkan ke asuransi tersebut jumlahnya sekira Rp 97 juta, selama tujuh tahun. Dengan kejadian ini, ia hanya bisa berharap agar uang preminya segera dikembalikan.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Depok Hari Ini, Senin 18 Oktober 2021

Kekecewaan Yuliah bukan tanpa alasan, sebab ia sampai sekarang belum mendapat jawaban atas persoalan tersebut.

“Saya sudah coba tanya AIA tapi saya selalu dipingpong. Saya sudah merasa tidak beres tahun ke dua. Pas saya mau pembayaran premi yang tertera disitu nama saya, sedangkan nama kedua anak saya hanya ahli waris,” katanya.

“Nah setelah saya tahu itu bukan tabungan pendidikan, satu saya tutup, satu lagi saya lanjut dengan harapan meminimalisir kerugian saya,” sambungnya.

Baca Juga: Akun Kapolda Sorot Tawuran di Depok, Warganet Auto Curhat

Yuliah menegaskan, dia dan suami telah seringkali mencoba mencari jawaban atas persoalan tersebut, namun sayangnya tidak ada respon serius dari pihak asuransi itu.

“Saya sudah coba tanya-tanya tapi mereka tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan kami. Sampai sekarang nggak ada kabar,” katanya.

Korban AIA Lainnya

Sementara itu, seorang nasabah lainnya, Dede Arfan mengaku, awalnya ia berniat mengucurkan deposito pada sebuah bank sebesar Rp 100 juta-an, namun tiba-tiba dihandel oleh pegawai asuransi AIA dengan dalih sebagai investasi tabungan berjangka yang bunga depositonya 5 sampai 15 persen.

“Yang bikin saya sedih dan kecewa ketika saya melihat teman-teman yang lain jadi korban, barulah saya lihat polis ternyata pas saya baca semuanya data diri saya dipalsukan, dari kerjaan dan ahli waris saya dipalsukan,” tuturnya.

Baca Juga: Indonesia Boyong Piala Thomas untuk ke-14 Kalinya

Padahal, lanjut Dede, sejak awal dirinya tidak ada niat untuk mengikuti asurasi tersebut. Ia hanya berniat investasi untuk membeli rumah.

“Tapi ternyata saya mengalami kerugian sekira Rp 34 juta dari total Rp 125 juta selama 5 tahun,” ujarnya.

Sama seperti Yuliah, ia pun sudah berusaha mencari kejelasan atas nasibnya tersebut. Namun sayangnya, pihak asuransi seolah lepas tangan.

“Nah saya sudah email berkali-kali dan tanya langsung ke kantornya sampai satpam menenangkan saya. Tapi nggak ada solusi.”

Baca Juga: Penyakit Autoimun Kalah dengan Daun Sereh, Nih Caranya

Dedu pun menduga, dirinya menjadi korban penipuan.

“Ini jelas penipuan. Data saya dipalsukan termasuk ahli waris. Ini kalau seandainya saya mati saya tidak bisa dicover katanya, saya ada bukti rekamannya kok. Udah gitu saya chat customer servicenya, nomor saya diblokir,” keluhnya.

Lebih lanjut Dede mengaku, dirinya sudah mencoba melaporkan kasus yang dialaminya itu ke Bareskrim Mabes Polri dan Wakil Ketua DPR DKI, namun sayangnya belum juga ada kejelasan.

“Sampai kapanpun saya tidak akan rela uang saya diambil mereka, karena ini jelas-jelas penipuan, karena semua data direkayasa, udah gitu tanda tangan supervisor dia sendiri tidak ditandatangani,” tuturnya.

Baca Juga: Mohammad Idris Doakan Korban Hanyut di Sungai Cileueur Mati Syahid

“Semua ada bukti, ini jelas-jelas tindakan kriminal. Jadi AIA itu sudah makan korban banyak, bukan saya doang. Saya masih terus berjuang agar uang saya Rp 125 juta kembali 100 persen,” timpalnya lagi.

Langkah Hukum

Terpisah, Ansari Lubis, pria yang dipercaya sebagai kuasa hukum para korban mengaku, dengan mencuatnya kasus ini, diperkirakan jumlah nasabah yang merasa dirugikan atas asuransi tersebut akan semakin bertambah.

“Kalau saat ini yang sudah datang ke kita ada sekitar lima orang dan nanti akan bertambah terus, karena sudah berkoordinasi melalui medsos. Total kerugiannya macam-macam, dan masalahnya pun macam,” katanya.

Baca Juga: Tragedi Proyek PDAM Depok, Polisi Tetapkan Sosok Ini Tersangka

Rencananya, sejumlah nasabah lainnya yang juga merasa dirugikan oleh asuransi tersebut bakal memberikan kuasa hukum pada Ansari dan rekan-rekannya.

“Selanjutnya kita akan melaporkan ke Mabes Polri dan gugatan ke PN Jaksel.”

Sebelumnya, Ansari dan tim telah lebih dulu memperjuangkan nasib Sutomo, pensiunan mantan perwira Polri yang juga mengalami nasib serupa. Hingga berita ini diturunkan, kasusnya masih dalam proses mediasi di ranah pengadilan. (rul/*)