Menteri Luhut Prediksi Situasi Membaik Lima Hari Kedepan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta perusahaan taati aturan PPKM Darurat saat konferensi pers virtual, Senin 5 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta perusahaan taati aturan PPKM Darurat saat konferensi pers virtual, Senin 5 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI.

JAKARTA – Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi, dalam waktu 4 sampai 5 hari kedepan situasi Indonesia akan mulai membaik.

“Saya melihat 4 sampai 5 hari kedepan situasinya akan membaik,” kata Menteri Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin 12 Juli 2021.

Luhut mengatakan, prediksi itu didasari atas beberapa indikator mulai dari mulai menurunnya tingkat mobilitas masyarakat melalui PPKM Darurat, pemerataan vaksinasi, penyediaan obat dan oksigen hingga mempersiapkan rumah sakit.

“Jadi kalau ada yang berbicara bahwa tidak terkendali keadaannya, bisa datang ke saya nanti saya tunjukin ke mukanya bahwa kita terkendali,” kata Luhut.

Luhut menambahkan, saat ini pemerintah melalui Presiden Joko Widodo sedang melakukan penyelesaian masalah yang menurutnya sudah sangat baik dalam penanganannya.

“Bahwa kita punya masalah, saya berkali kali sampaikan, yes kita punya banyak masalah, dan ini masalah kita perbaikin dengan tertib, karena tim bekerja sangat kompak,” kata Luhut.

“Presiden memberikan direktif yang sangat jelas, dan kami sebagai pelaksananya tidak ada masalah dalam sini. Semua kami putuskan secara teringrasi,” tambah Luhut.

Baca Juga: Luhut: Karyawan Dipaksa Bekerja di Kantor, Laporkan ke Pemerintah!

Menteri Luhut menjabarkan upaya pemecahan masalah itu diantaranya, Pemerintah terus mengupayakan untuk menyediakan rumah sakit dan tempat isolasi agar dapat menampung dan merawat seluruh pasien COVID-19.

“Menyangkut kesiapan rumah sakit, saya kira kerjasama Kementerian Kesehatan dengan PUPR sudah berjalan sangat baik, penambahan-penambahan tempat tidur dengan skenario-skenario saya kira berjalan,” kata Luhut.

Selanjutnya mengenai obat-obatan, Luhut pun mengatakan, telah disiapkan 300 ribu paket obat yang siap didistribusikan kepada pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

“Mulai Rabu nanti kita akan lauching ada 300 ribu paket obat untuk OTG dan juga untuk yang kelas-kelas yang reaktif yang tidak serius yaitu demam dan anosmia, dan demensia demam serta batuk,” kata Luhut.

Sementara untuk oksigen, kata Luhut, Pemerintah juga akan mengimpor 40 ribu ton oksigen likuid dan 50 ribu tabung oksigen konsentrator untuk pemenuhan kebutuhan di masyarakat.

“Walaupun sebenarnya kita tidak butuh sebanyak itu. Tapi kalau melihat tren dunia, perkembangan di Amerika, perkembangan di Inggris dimana trennya sekarang meningkat tajam, kita lebih bagus berjaga-jaga,” kata Luhut.

Terakhir Menteri Luhut juga mengatakan, di bulan ini akan disuntikkan sebanyak 45 juta lebih dosis vaksin kepada masyarakat. “Vaksin karena ada sumbangan dari berbagai negara jadi 45 juta lebih hanya bulan ini,” kata Luhut. (ade/*)