Menteri Luhut Buka-bukaan Soal Pelanggaran Protokol Kesehatan yang Mulai Masif

Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat menyampaikan konferensi pers perpanjangan PPKM Level 4 secara virtual, Senin 9 Agustus 2021. Foto: Tangkapan layar akun Youtube Sekretariat Presiden.
Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat menyampaikan konferensi pers perpanjangan PPKM Level 4 secara virtual, Senin 9 Agustus 2021. Foto: Tangkapan layar akun Youtube Sekretariat Presiden.

DepokToday – Penurunan level hingga pelonggaran PPKM membuat pemerintah menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut jika hal ini merupakan titik kejenuhan masyarakat dalam menerapkan prokes.

Luhut mengatakan, dalam pengawasan prokes, pemerintah telah menerjunkan tim di berbagai tempat. Dari sana diketahui hasilnya, pelanggaran protokol kesehatan ditemukan di kelab malam, tempat wisata, hingga restoran.

Di Semarang dan beberapa daerah lainnya misalnya, kelab malam masih buka hingga pukul 2 dini hari tanpa penerapan prokes yang ketat. Ada pula sejumlah kelab malam dan bar di Bali yang tidak membolehkan pengunjungnya mengambil foto atau video.

Hal ini sengaja dilakukan untuk menghindari sorotan media.”Ndak boleh supaya jangan ketahuan gitu. Di Bali misalnya, kelihatan banyak sekali, dan ini saya mohon pemda juga tadi untuk perhatikan ini,” ujar Luhut seperti  dikutip dari Kompas.com.

Bahkan kata dia, di berbagai tempat wisata dan restoran, tidak semua pengunjung diwajibkan melakukan screening PeduliLindungi.

Baca Juga: Wali Kota Depok: Target Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Kini Tak Relevan, Ini Alasannya

Bentuk pelanggaran protokol kesehatan lainnya, pihak pengelola restoran atau tempat wisata sengaja memberlakukan screening terhadap segelintir pengunjung saja supaya kapasitas restoran atau tempat wisata tersebut nampak tidak penuh.

“Ini perlu diwaspadai karena kita jangan membohongi diri kita sendiri,” kata Luhut.

Pemerintah juga menemukan lemahnya penerapan prokes di tempat transit atau tansportasi. Luhut mengungkap, masih terdapat beberapa rest area yang tidak memaksa pengunjung untuk melakukan scanning melalui PeduliLindungi.

Penerapan prokes justru berjalan dengan baik di berbagai pusat kebugaran atau gym. Luhut mengatakan, situasi pandemi di Indonesia memang sudah menunjukkan penurunan beberapa waktu terakhir.

Namun demikian, Koordinator PPKM Jawa-Bali itu meminta seluruh pihak tetap disiplin dan meminta masyrakat tidak melakukan pelanggaranmenerapkan protokol kesehatan.

“Kelengahan sekecil apa pun yang kita lakukan ujungnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu ke depan,” kata Luhut. (lala/*)