Menteri Luhut Beberkan Skenario Pemerintah Hadapi Ledakan COVID

Vaksin dari pemerintah Jepang. (Istimewa)
Vaksin dari pemerintah Jepang. (Istimewa)

JAKARTA- Penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia diprediksi bakal terus mengalami lonjakan. Bahkan diperkirakan, angkanya bakal tembus sampai 40 ribu orang per hari. Terkait hal itu, pemerintah pun telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi peristiwa tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, hingga saat ini, angka kasus konfirmasi COVID-19 harian sempat mencapai rekor 29 ribu kasus per hari.

“Angka ini bisa akan terus naik seperti hari kemarin 29 ribu, bisa saja mungkin kita nanti sampai ke 40 ribu atau lebih. Oleh karena itu, skenario-skenario untuk menghadapi itu telah kita lakukan,” katanya dikutip pada Rabu 7 Juli 2021.

Adapun skenario yang disiapkan pemerintah, kata Luhut, yakni mencakup kesiapan pemenuhan kebutuhan oksigen, rumah sakit, hingga obat-obatan yang dibutuhkan.

Selain itu, pemerintah juga membuka komunikasi dengan sejumlah negara sahabat seperti Singapura dan Republik Rakyat Tiongkok untuk membantu Indonesia jika dibutuhkan.

“Jadi sebenarnya semua secara komprehensif sudah kita lakukan,” tuturnya.

Pasokan Oksigen

Terkait kebutuhan suplai oksigen, pemerintah juga telah membuat perhitungan apabila terjadi peningkatan kasus COVID-19 harian hingga mencapai angka 50-70 ribu kasus.

Untuk mencukupi kebutuhan oksigen bagi keperluan medis, pemerintah pun mendatangkan oksigen dari sejumlah sumber, antara lain dari Morowali, Sulawesi Tengah, sebanyak 21 ISO tank yang sudah sampai di Jakarta pada Senin 5 Juli 2021.

Baca Juga: Depok Kekurangan Stok Peti Mati, Petugas: Kami Keteteran

Selain itu, pemerintah juga mengarahkan oksigen dari industri untuk digunakan 100 persen bagi kebutuhan medis sampai dua minggu ke depan.

Tambahan pasokan oksigen ini diharapkan bisa membantu pasien bergejala berat yang sedang diisolasi dan dirawat secara intensif.

“Kita arahkan supaya oksigen ini murni menolong orang yang diisolasi dan rawat intensif. Sedangkan yang ringan itu kita akan gunakan apa yang disebut oksigen konsentrator,” kata Luhut.

Strategi Pemerintah Siasati Rumah Sakit

Kemudian dari sisi kebutuhan rumah sakit, Kementerian Kesehatan juga terus menyiapkan tambahan ruang isolasi dan ruang perawatan bagi pasien COVID-19 yang bergejala.

Salah satu lokasi yang akan digunakan sebagai rumah sakit darurat antara lain Asrama Haji Pondok Gede yang ditargetkan beroperasi mulai Kamis 8 Juli 2021.

“Saya kira Menkes juga sudah menyiapkan seperti ICU misalnya Rumah Sakit Asrama Haji di Pondok Gede. Kemarin Presiden sudah meninjau ke sana juga, itu dalam dua hari ke depan sudah siap hari Kamis dan itu akan bisa menampung lebih dari 800 pasien,” katanya. (rul/*)