Menjerit Sulit Dapat Ambulans, Warga Depok Sindir Proyek Trotoar

Ambulans yang disiapkan pemerintah untuk warga Depok (Istimewa)
Ambulans yang disiapkan pemerintah untuk warga Depok (Istimewa)

DEPOK- Sulitnya mendapat layanan rumah sakit hingga ambulans, mulai dikeluhkan warga Depok. Ironisnya lagi, kondisi ini terjadi disaat situasi pandemi COVID-19 yang kian melonjak.

“Ane baru tahu pelayanan Pemkot Depok masalah COVID ribetnya minta ampun, tapi kalau ngomong enteng banget kayak orang nggak punya beban dan padahal mereka warga Depok, bukan minta duit, tapi ambulans yang dibeli dari pajak rakyat,” keluh Habib Idrus Al Gadri, mantan Ketua FPI Depok, Jumat 18 Juni 2021.

Kekecewaan Habib Idrus bukan tanpa alasan. Ia kesal lantaran tetangganya yang meninggal karena COVID-19 sulit untuk mendapat pelayanan. Adapun yang dibutuhkannya adalah ambulans.

Saking geramnya, Habib Idrus bahkan sempat menyindir rencana proyek trotoar Jalan Margonda yang digadang-gadang Pemerintah Kota Depok.

“Dari pada duitnya buat digunakam proyek trotoar Margonda yang nggak begitu penting, memding duitnya dibeliin mobil ambulans untuk darurat COVID-19,” katanya

“Jadi kebayang aja gimana kalau masyarakat yang tidak mampu, tidak punya akses, pasti kayak gini kejadiannya. Saya adalah sebagian kecil dari warga Depok yang agak kesulitan minta bantuan Pemkot untuk menggunakan ambulans,” timpalnya lagi.

Baca Juga: COVID-19 Depok Melonjak, Apa Saja Yang Sudah Dilakukan Pemerintah?

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengakui, saat ini bed occupancy ratio atau BOR telah mencapai angka 80 persen keterisian di RSUD.

“Nah kita sedang upayakan penambahan tempat tidur isolasi di beberapa rumah sakit rujukan,” katanya.

Sedangkan untuk persoalan ambulans, kata Dadang, warga bisa menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) atau minta bantuan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Untuk ambulans, jika ambulans 119 dan puskesmas penuh, bisa menghubungi ambulans Damkar dan PMI,” katanya.

Sementara itu, seorang petugas Damkar mengakui, saat ini ketersediaan ambulans memang sangat terbatas mengingat banyaknya kebutuhan dari para pasien.

“Memang sulit ya, ini emang kesulitan dari kemarin,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya itu. (rul/*)