Menhub Targetkan LRT Jabodebek Beroperasi 2022

Budi Karya didampingi Dirut PT KAI Didiek Hartantyo, Dirut Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson, dan sejumlah pejabat terkait sempat menjajal langsung LRT Jabodetabek (Depoktoday.hops.id)
Budi Karya didampingi Dirut PT KAI Didiek Hartantyo, Dirut Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson, dan sejumlah pejabat terkait sempat menjajal langsung LRT Jabodetabek (Depoktoday.hops.id)

JAKARTA- Proyek Lintasan Rel Terpadu atau LRT, saat ini pembangunannya sudah mencapai 84,6 persen. Terkait hal itu, kereta api ringan ini ditargetkan dapat beroperasi di sekitar Jabodebek pada 2022.

“Harapannya LRT Jabodebek ini bisa dioperasikan tahun depan. Sebagian sarana dan prasarana sudah selesai,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ketika mengunjungi Stasiun LRT Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dikutip pada Kamis 10 Juni 2021.

Ia mengaku, pihaknya ingin mempersiapkan segala sesuatunya dengan waktu yang cukup, untuk melakukan uji dinamis.

“Aspek keselamatan sangatlah penting bagi angkutan massal di Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Budi Karya didampingi Dirut PT KAI Didiek Hartantyo, Dirut Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson, dan sejumlah pejabat terkait sempat menjajal langsung LRT  dari Stasiun TMII menuju Stasiun Harjamukti, Cibubur.

Baca Juga: Persinyalan LRT Jabodebek Diuji Coba, Hasilnya Moncer

Kemudian, dengan rute yang sama kembali ke Stasiun TMII. Ia menyebut, pembangunan LRT Jabodebek adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah lalu lintas wilayah perkotaan, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.

“Tidak hanya itu, pembangunan LRT ini juga memberi kesempatan bagi anak bangsa untuk mempelajari teknologi angkutan massal kereta api,” jelas Budi Karya.

Tentang LRT Jabodebek

Untuk diketahui, proyek pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 terdiri dari beberapa lintasan. Rincian pertama, lintas pelayanan rute Cawang-Cibubur sepanjang 14,8 kilometer yang saat ini pembangunannya mencapai 93,8 persen.

Kedua, lintas pelayanan rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 11 kilometer, yang saat ini mencapai 84,3 persen. Dan ketiga, lintas pelayanan rute Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,4 kilometer, yang saat ini mencapai 90,9 persen.

Selain tiga lintasan tersebut, saat ini juga tengah dibangun Depo LRT Jabodebek berlokasi di Bekasi Timur. Pembangunannya telah mencapai 44,1 persen.

Baca Juga: Hardiono “Skakmat” Idris Soal Usulan Bangun Monorel di Depok

LRT Jabodebek nantinya akan memiliki 18 titik stasiun pemberhentian. Dalam kondisi normal, satu rangkaian LRT dapat mengangkut 740 orang penumpang. Dalam kondisi padat dapat mengangkut 1.308 orang penumpang. Kecepatan maksimalnya dapat mencapai 80 kilometer per jam.

Beberapa keunggulan LRT antara lain, waktu tempuh bisa lebih cepat dibandingkan kendaraan pribadi atau bus. LRT dapat menempuh rute Bekasi Timur hingga Dukuh Atas dalam waktu 45 menit.

Sedangkan dari Cibubur hingga Dukuh Atas waktu tempuh hanya 39 menit. (rul/*)