Menguak Sosok Akidi Tio, Sering Nyumbang Besar Tapi Nggak Mau Dikenal

Keluarga pengusaha Akidi Tio sumbang Rp 2 trilun untuk penanganan COVID-19 (Istimewa)
Keluarga pengusaha Akidi Tio sumbang Rp 2 trilun untuk penanganan COVID-19 (Istimewa)

DepokToday- Sosok pengusaha bernama Akidi Tio sukses menyita perhatian publik lewat kebaikannya. Tak tanggung-tanggung, Akidi menyumbangkan uang sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan COVID-19.

Uang sebanyak itu diserahkan perwakilan keluarga Akidi kepada Polda Sumatera Selatan. Lalu siapa sebenarnya sosok Akidi Tio ini.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, menyumbang Rp 2 triliun memang bukan main. Belum ada pengusaha Indonesia yang donasi senilai itu untuk penanganan pandemi COVID-19.

Uniknya lagi, sumbangan itu berupa uang semua yang akan ditransfer ke Polda Sumatera Selatan, melalui transfer rekening.

Siapa Pengusaha Akidi Tio

Nama Akidi Tio nggak banyak dalam dokumentasi di media sosial maupun internet. Jejak pengusaha dermawan ini malah nggak dikenali oleh pengusaha di Palembang, lokasi donasi.

Mereka, para pengusaha baru tahu nama Akidi Tio setelah ramai viral jadi pemberitaan nasional lantaran donasi Rp 2 triliun.

Padahal Akidi Tio pernah punya pabrik kecap, pabrik mebel, kelapa sawit sampai kontraktor bangunan.

Penelusuran Dahlan Iskan soal Akidi Tio, seperti ditulis di laman Disway, ternyata 5 kawan pengusaha Tionghoa Dahlan Iskan yang ada di Palembang, ngaku nggak kenal nama Akidi Tio.

Dahlan Iskan juga kontak Alex Noerdin, pengusaha Palembang yang pernah menjabat dua periode Gubernur Sumatera Selatan. Alex bilang ke Dahlan, sama sekali nggak kenal nama Akidi Tio.

Bahkan mantan menteri asal Palembang kepada Dahlan, juga ngaku nggak kenal siapa Akidi Tio.

Pun demikian, pengusaha Tionghoa bermarga Tio yang dikontak Dahlan pun bilang nggak kenal Akidi Tio.

“Saya tidak tahu siapa beliau. Tapi sebagai sesama marga Tio, saya ikut bangga sekali,” kata si pengusaha satu marga itu kepada Dahlan di laman Disway.

Baca Juga: Kisah Persahabatan Kuli Bangunan dan Nasihat Jenderal yang Bikin Baper

Dari testimoni sejumlah orang itu, Dahlan takjub dengan profil rendah hati dari seorang Akidi.

“Berarti pengusaha ini luar biasa rendah hatinya. Low profile high profit. Dan yang seperti itu banyak di kalangan masyarakat Tionghoa,” tulis Dahlan.

Mantan Menteri BUMN pun kagum dengan jejak Akidi yang tidak menonjolkan diri namun berbuat sangat mulia.

“Bukan main. Kok ada orang menyumbang uang Rp 2 triliun, orangnya nggak pernah dikenal. Orangnya sudah lama meninggal,” tulisnya.

Asal Usul Sumbang Rp 2 Triliun

Nah kenapa Akidi Tio tidak dikenali banyak pengusaha di Palembang ya. Rasa penasaran Dahlan ini sedikit terjawab dari keterangan dokter Profesor Hardi Darmawan.

Dia adalah sosok yang ikut mewakili keluarga Akidi Tio saat menyerahkan donasi Rp 2 triliun ke Polda Sumatera Selatan.

Profesor Hardi ternyata adalah dokternya Akidi Tio dan istrinya lho. Prof Hardi mengatakan memang Akidi profilnya rendah hati banget. Dulu tiap datang ke tempat praktiknya, Akidi cuma mengenakan baju dan celana putih. Gitu saja penampilannya.

Soal kenapa Akidi nggak dikenali pengusaha lain di Palembang, kata Prof Hardi, itu lantaran sikap rendah hati Akidi. Tak mau menonjol si pengusaha asal Aceh itu.

“Beliau banyak sekali menyumbang, tapi selalu atas nama hamba Tuhan,” kata Prof Hardi kepada Dahlan.

Tak dikenal di kalangan pengusaha Palembang, ternyata keluarga Akidi punya kedekatan dengan Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri. Jejak kedekatan keluarga pengusaha dengan perwira polisi itu saat menjabat Ditreskrim Polda Sumsel.

Saat Eko pindah ke Langsa, Aceh Timur menjabat Kapolres Langsa, hubungan keluarga Akidi dengannya tetap akrab. Apalagi Akidi itu kelahiran Langsa. Adik Akidi punya pabrik di Langsa.

Bupati Aceh Timur, Rocky Hasbalah Thaib mengatakan Akidi sudah lama meninggalkan Langsa. Si bupati nggak kenal dengan Akidi. Di Langsa, kata dia, sejak dulu banyak penduduk Tionghoa.

Prof Hardi mengatakan Akidi Tio meninggal dunia sudah lama, pada 2009 dalam usia 89 tahun dimakamkan di Palembang. Akidi meninggal lantaran serangan jantung. Sedangkan istrinya sudah wafat lebih dulu pada 2005, dimakamkan di Palembang juga.

Nah Akidi dan istri punya 7 keturunan, semuanya tinggal di Palembang kecuali satu anaknya mukim di Jakarta. Semuanya jadi pengusaha sukses, kata Prof Hardi. (rul/*)