Menguak Modus Travel Gelap Jelang Lebaran 

Polisi amankan travel gelap yang digunakan sejumlah pemudik saat melintas di Depok. (Foto: Depoktoday.com/rul)
Polisi amankan travel gelap yang digunakan sejumlah pemudik saat melintas di Depok. (Foto: Depoktoday.com/rul)

MARGONDA- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok telah menindak sebanyak 22 unit minibus yang digunakan untuk mengangkut calon pemudik. Sanksi tilang hingga menahan sementara kendaraan terpaksa dilakukan karena ternyata itu adalah travel ilegal.

Kepala Satlantas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi, Andi M Indra Waspada menuturkan, mereka menawarkan jasa melalui situs media sosial (medsos). Adapun tarif yang dibebankan jauh lebih mahal dari jasa travel resmi.

“Jadi kalau tarif itu sendiri berbeda-beda sesuai dengan tujuan dari pada lokasi yang akan dituju. Seperti data kita saat ini ada Suzuki Elf tujuan Ciamis Jawa Barat tarifnya Rp 300 ribu per orang,” katanya dikutip pada Selasa 4 Mei 2021.

Menurut Andi, dari segi pemasangan tarif saja, travel gelap itu sudah melanggar aturan.

“Ya itu kalau sudah memberikan tarif dia dianggap salah. Itu masuk dalam kategori travel gelap tadi. Termasuk juga ini sampai ke Lampung  tarifnya sampai Rp 700 ribu,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Kemenag Ujung Tombak Penanganan COVID-19

Andi memprediksi, tarif yang diberlakukan travel gelap seperti itu akan semakin tinggi jelang lebaran. Dan biasanya, mereka beroperasi pada malam hari.

“Yang perlu kita antisipasi ini adalah menjelang mau lebaran itu bahkan tarifnya lebih mahal. Pengalaman saya waktu saya berdinas di PJR Polda Metro Jaya tahun kemarin menjelang H-2 H-3 ini lebih gencar lagi.”

Baca Juga: Soal Larangan Mudik, Depok Siapkan Surat Sakti Antar Daerah

Atas dasar itulah, Andi berjanji pihaknya akan semakin gencar melakukan razia, utamanya di sejumlah jalur alternatif.

“Jadi kami mengimbau kepada seluruh warga khususnya di wilayah Kota Depok apabila ingin berpergian sebelum adanya instruksi dari pemerintah di tanggal 6 maka gunakanlah kendaraan yang sesuai dengan izin trayek,” katanya

Ia menegaskan, larangan mudik berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

“Jadi dalam rangka memutus mata rantai COVID-19 mohon agar tidak melaksanakan kegiatan mudik.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here