Menguak Kepentingan Politik di Tengah Pandemi

Sekertaris DPC Gerindra Depok, Hamzah (istimewa)

MARGONDA– Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra melontarkan kritik pedas terkait penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kota Depok. Menurut partai berlambang kepala Garuda itu, tindakan yang dilakukan oleh wali kota sarat akan kepentingan politik.

Hal itu diungkapkan oleh Sekertaris DPC Gerindra Kota Depok, Hamzah, saat ditemui awak media di ruang kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Senin 15 Juni 2020.

Pernyataan Hamzah bukan tanpa alasan. Salah satu bukti dari hal itu adalah tidak dilibatkannya Pradi Supriatna, Ketua DPC Gerindra Depok yang notabennya adalah Wakil Wali Kota Depok. Hamzah mengatakan, pihaknya telah seringkali menanyakan hal itu, namun sampai saat ini tidak ada jawaban secara jelas.

“Teman-teman di rapat paripurna sering sampaikan, kenapa pak wakil wali kota tidak dilibatkan, di tim gugus juga kita tanyakan, tapi kan jawabannya ngambang. Sampai saat ini misteri jawaban itu. Maka fraksi Gerindra menyimpulkan, ini politisasi, jelas,” katanya

Padahal, ucap Hamzah, seharusnya semua pihak bisa bersinergi menghadapi persoalan ini. “Karena penanggulangan Covid-19 ini kami tidak perlu pikir politik mau bersaing. Ini kan harus bersama-bersama seluruh elemen.”

Hamzah kembali menegaskan, pihaknya telah seringkali mempertanyakan hal tersebut, namun nyatanya sampai saat ini tidak ada jawaban.

“Sudah kita pertanyakan juga, kenapa tidak dilibatkan di tim gugus, tidak ada jawaban yang jelas. Harusnya untuk kemanusiaan jangan seperti itu lah. Pasti ini ada nuansa politis,” ujarnya

Menurut Hamzah, kasus seperti ini hanya terjadi di Kota Depok. “Kan aneh,  kota atau kabupaten lain wakil-nya jadi wakil ketua gugus. Wilayah lain kita browsing muncul susunannya. Hanya Depok yang tidak memunculkan susunan tim gugus, ada apa,” keluhnya

Pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Depok ini curiga jika hal itu ada kaitannya dengan ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dalam waktu dekat bakal berlangsung di Kota Depok.

“Dipastikan itu, semua dipolitikin. Buat saya sih yang sekarang berpandangan beda politik, harusnya disikapi politiknya dewasa lah. Waktu nyalonin kan sama-sama,” tuturnya

Sakit Hati

Merasa kurang puas dengan penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kota Depok, Gerindra bersama PDIP sempat menggelontorkan wacana Panitia Khusus (Pansus). Dimana hal itu melibatkan para anggota dewan setempat.

Adapun isi pembahasan di antaranya adalah soal anggaran yang tidak transparan, bansos yang tidak tepat sasaran hingga upaya penanganan yang dinilai kurang efektif. Namun sayangnya, usulan itu ditolak oleh sejumlah fraksi dari partai lain.

“Kita kalah voting, yang setuju itu cuma Gerindra dan PDIP, lima fraksi yang lain menolak pansus. Akhirnya karena pembahasan surat Gerindra dan PDIP tidak terjadwalkan di bamus (badan musyawarah), dimana bamus itu untuk singkronisasi untuk jadwal dan lain-lain,” ucapnya

“Tapi ternyata di dalamnya untuk memutuskan surat Gerindra dan PDIP, disitu diambil keputusan dianggap pansus itu ditolak oleh 5 fraksi, kami kalah suara,” timpalnya lagi.

Lebih lanjut Hamzah menyebut, jika ditanya soal penanganan, nyatanya sampai dengan saat ini jumlah orang yang terjangkit virus Covid di Kota Depok selalu bertambah. Data gugus tugas mencatat, sampai dengan saat ini ada 656 orang dengan kasus terkonfirmasi positif, kemudian sembuh 376 orang  dan meninggal dunia 33 orang pada periode Minggu 14 Juni 2020.

“Penanganan kan teman-teman wartawan tahu, grafik orang yang ODP, PDP, orang yang meninggal ataupun yang positif kan bertambah terus, bukan berkurang.”

Masih menurut Hamzah, hal ini dikarenakan banyak faktor. Salah satunya adalah tata pelaksanaan kampung siaga.

“Ketika dibentuk kampung Covid, itu tidak diarahkan dan tidak jelas. Ketika kampung Covid dibentuk bagus sebetulnya, terobosan satgas sampai RW, tapi tidak ada juklak juknis yang jelas, harus seperti apa, tidak dijalankan dengan baik.”

Kembali ke persoalan awal yang tidak dilibatkannya Pradi dalam gugus tugas Pemkot Depok, Hamzah menilai itu adalah sikap yang tidak baik, yang sedang ditunjukan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

“Dari sejak beliau (wali kota) dilantik, fraksi Gerindra belum pernah menginjakkan kaki di ruang kerjanya. Sekedar ngucapin eh terima kasih saya udah dilantik, menang. Itu enggak ada. Yah paling tidak kita kan sudah berdarah-darah ucapin terima kasih, juga enggak. Tenang, kita enggak minta duit. Gerindra insya Allah mampu,” katanya

Sementara itu, ketika awak media mencoba menghubungi melalui sambungan telepon terkait persoalan tersebut, hingga berita ini diturunkan Idris belum juga menggubris. (rul/*)