Menguak Kekejaman Geng Teras yang Berulah Ditengah Wabah Corona

Polisi olah TKP perampokan disertai pembunuhan di Depok (istimewa)

MARGONDA– Polisi telah meringkus enam pelaku perampokan sadis yang menewaskan seorang pedagang di kawasan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Dari enam pelaku itu, dua diantaranya terpaksa ditembak mati karena menyerang petugas.

Dari hasil penyelidikan terungkap, para pelaku ternyata adalah kawanan bandit yang memang kerap membuat resah warga, khususnya di wilayah Depok. Mereka menamakan kelompoknya dengan sebutan Tongkrongan Rakyat Selow alias Geng Teras.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, kelompok ini melakukan aksinya secara acak dan dikenal cukup beringas. Adapun sasarannya ialah pencurian motor (begal), pencurian rumah kosong, penjambretan dan perampokan.

Mereka yang diringkus yakni, JAR (17 tahun), M.Gilang Aryansyah Matondang alias Aswo (22 tahun), M.Yansen Helfitra alias Bala (18 tahun) dan Rian Pratama alias Joker (22 tahun). Aswo, Bala dan Joker ditembak pada bagian kaki. Sedangkan dua pelaku lainnya, Arul dan Ala tewas.

“Enam pelaku ini karena melawan saat diamankan kita lakukan tindakan tegas terukur. Empat pelaku kita lumpuhkan di bagian kaki sedangkan dua pelaku lainnya, kita lakukan tindakan tegas terukur dan meninggal dunia,” katanya pada Jumat 3 April 2020.

Dalam aksinya, mereka ini membekali diri dengan senjata tajam dan pistol jenis air gun. Salah satu korbannya adalah Fauzan (pedagang), di kawasan Cimanggis, Depok. Ia dihabisi sekira pukul 04:00 WIB pada Rabu 1 April 2020. Pria 33 tahun itu tewas dengan sejumlah bacok karena berupaya mempertahankan barang yang akan dirampas.

Usut punya usut, ternyata kelompok itu juga melancarkan aksinya di sejumlah lokasi berbeda di hari yang bersamaan. Berikut uraian singkatnya:

Selasa 31 Maret 2020, sekira pukul 23:45 WIB, Geng Teras melancarkan aksinya di kawasan Jalan Putri Tunggal, Harjamukti, Cimanggis. Di tempat itu mereka melakukan pemerasan dan ancaman terhadap Nasri, seorang pedagang jamu. Para pelaku datang menggunakan motor saling berboncengan.

“Korban saat itu sedang berdiri dan langsung didekap dan ditodong senjata api kemudian barang-barang milik korban diambil diantaranya satu Hp Samsung A10, satu unit Hp merk OPPO, sepeda motor merk Yamaha Fino, kemudian para pelaku melarikan diri,” jelas Azis

Selanjutnya sekitar 100 meter, mereka melakukan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan seorang pedagang klontong (Fauzan) meninggal dunia. Adapun korban dibacok dibagian dada dan tangan lalu para pelaku mengambil barang berupa perhiasan gelang dan kalung, kemudian uang Rp 2 juta, Hp Android warna hitam, sekira pukul 04:00 WIB, Rabu 1 April 2020.

Masih di hari yang sama hanya beda beberapa jam kemudian, pelaku menyasar Singgih, seorang pedagang tahu Sumedang. Peristiwa itu terjadi tak jauh dari lokasi Fauzan dibunuh, yakni di kawasan Harjamukti, Depok. Berbeda dengan Fauzan, nyawa Singgih selamat meski para pelaku telah memotong kupingnya.

“Yang pedagang tahu ini juga dianiaya dengan cukup sadis sehingga mengakibatkan yang bersangkutan masuk rumah sakit. Lukanya pada bagian telinga putus dan luka tusukan beberapa kali.”

Lebih lanjut Azis mengatakan, korban diperkirakan bukan tiga orang saja. “Korban lain juga mengalami luka tapi di lain lokasi.”

Azis menegaskan, dengan adanya kejadian ini pihaknya langsung membentuk tim khusus dan dalam satu kali 24 jam para pelaku akhirnya berhasil diringkus.

“Rekan-rekan Reserse Polres Metro Depok berhasil mengungkap para pelaku yang menyebut kelompoknya Geng teras. Geng ini berasal dari satu lokasi di sekitar Bekasi sana. Geng ini beranggotakan 9 orang. Enam diantaranya sudah kami bekuk sisanya dalam pengejaran.”

Akibat perbuatannya itu, Joker dan kawan-kawan diancam dengan jeratan Pasal 365, junto 338, junto 351 ayat 3 dengan ancaman 20 tahun penjara hingga seumur hidup. Kasusnya ditangani Polres Metro Depok. (rul/*)