Menguak Gaji Fantastis TKA China di Indonesia, 12 Kali Lipat UMR Jakarta

TKA China (Foto: BBC)
TKA China (Foto: BBC)

DepokToday- Pendapatan bulanan yang didapat oleh tenaga kerja asing atau TKA asal China di Indonesia ternyata cukup fantastis. Bahkan, untuk sekelas pekerjaan ringan saja mereka bisa meraup puluhan juta rupiah per bulan.

Hal itu diungkapkan oleh ekonom senior yang juga pengamat politik nasional, Faisal Basri.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, saat pandemi pecah beberapa bulan lalu, pemerintah masih membuka gerbang untuk TKA China masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Tragedi Proyek PDAM, Ketika Protes Warga Dianggap Angin Lalu

Kala itu, banyak masyarakat yang geram dan mengaku tak setuju. Sebab, selain membawa virus dari luar, mereka dikhawatirkan mengambil mata pencaharian penduduk lokal.

Namun demikian, pemerintah tetap kekeuh dan beralasan, masuknya TKA China ke Indonesia telah melalui berbagai pertimbangan matang. Lagipula, mereka masuk ke Tanah Air sebagai tenaga ahli, bukan pekerja lapangan dan lainnya.

Baca Juga: Alat Berat Proyek PDAM Timpa Rumah Warga Depok, Korbannya 3 Orang

Akan tetapi, pernyataan tersebut ditepis Faisal Basri. Menurut dia, ada banyak TKA China di Indonesia yang mengisi jabatan sebagai koki, sopir truk, dan operator pabrik.

Bedanya, mereka mendapat bayaran lebih tinggi, yakni mencapai Rp 54 juta atau 12 kali lebih banyak dari UMR Jakarta.

“Apakah mereka tenaga ahli? Ya tidak. Jabatan mereka koki, pengemudi ekskavator, truk derek, forklift, manajer gudang, ahli statistik, montir, dan operator. Gaji mereka itu Rp17 juta sampai Rp54 juta,” kata pada program ‘Waspada Kerugian Negara dalam Investasi Pertambangan’, dikutip Jumat 15 Oktober 2021.

Baca Juga: Dukung Pemulihan Ekonomi, Diamondland Geber Vaksin di Depok

“Jadi omong kosong yang dikatakan Pak Luhut (Menko Marves) itu (Mendatangkan) tenaga ahli kita belum sanggup, gak punya. Ada tenaga ahlinya, tapi sebagian besar adalah yang begini-begini,” tambahnya.

Jumlah TKA China di Indonesia

Selain itu, Faisal Basri juga mengungkap, jumlah TKA China yang datang sebetulnya lebih banyak dari yang diketahui masyarakat. Bahkan, selama setahun terakhir, sudah ada 19 ribu orang yang masuk ke Indonesia.

“Sebagian besar mereka tidak pakai visa pekerja. Tidak bayar iuran yang 100 dolar dan macam-macam itu. Tentu saja kalau (pakai) visa turis, ya tidak dikenakan pajak atas pendapatannya,” kata Faisal. (rul/*)