Menguak Cinta Segitiga Sopir Angkot Berujung Maut

Reka adegan pembunuhan sopir angkot di Cimanggis (DepokToday,jer)

CIMANGGIS– Motif pembunuhan sadis yang dialami Jimi Wijaya, sopir angkutan (angkot) di Depok, Jawa Barat akhirnya terungkap. Pemicunya diyakini karena cinta segitiga. Pelakunya pun tak lain adalah rekan korban sendiri, yakni Heru Saputra.

Untuk mengungkap secara terang kasus ini, polisi pun akhirnya menggelar pra rekonstruksi pembunuhan sadis tersebut.

“Reka adegan atas kasus ini melibatkan langsung tersangka. Kemudian kami juga menyiapkan model untuk memerankan sosok korban dan saksi yang disebut teman wanita keduanya (tersangka dan korban),” kata Kapolsek Cimanggis, Ajun Komisaris Bagus Panuntun di lokasi kejadian di kawasan Palsigunung, Kecamatan Cimanggis, Depok, Kamis 10 Oktober 2019

Kejadian itu bermula ketika korban mendatangi kost-kostan yang dihuni tersangka bersama teman wanitanya di kawasan tersebut, pada Senin dinihari, 7 Oktober 2019. Saat itu korban datang dengan kondisi emosi sambil mendorong pintu kamar kost.

Di tempat itupula kedua pria ini langsung terlibat cekcok dan dilerai oleh DN (saksi wanita). Belum puas sampai disitu, keduanya kemudian terlibat perikaian di lantai bawah kost-kostan. Cekcok mulut itu akhirnya berujung maut. Tersangka yang telah menyiapkan sangkur (pisau) dari balik celana kemudian menancapkannya tepat ke dada kiri korban.

Merasa terpojok, korban akhirnya melarikan diri. Selang beberapa saat kemudian, tersangka kemudian mengajak DN untuk meninggalkan kostan sambil membawa tas. Sedangkan korban, akhirnya tewas setelah sempat berusaha menyelamatkan diri. Jasadnya ditemukan warga sekira 500 meter dari lokasi kejadian.

“Dari hasil reka adegan yang kita saksikan tadi terlihat, tersangka memang sudah menyiapkan pisau saat terlibat cekcok dengan korban dikamar atas. Sementara ini semua yang disampaikan tadi sesuai dengan berita acara, belum ada hal yang baru untuk ditambahkan,” kata Bagus

Bagus mengungkapkan, aksi pembunuhan ini dilakukan secara spontan. “Jadi karena saat ada cekcok dia mengambil pisau untuk berjaga-jaga karena korbannya pun membawa balok kayu sebelumnya, tapi ya tersangka khilaf dan melakukan penusukan.”

Lebih lanjut Bagus menambahkan, dari hasil penyelidikan ini terungkap pelakunya hanya satu orang, yakni Heru Saputra. Sedangkan DN, wanita yang diduga diperebutkan oleh keduanya ditetapkan polisi sebagai saksi.

Untuk diketahui, Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Cimanggis meringkus tersangka di tempat persembunyiannya, di kawasan Lenteng Agung selang beberapa jam setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain kemudian dilapis pasal 338 di ancaman hukum 15 tahun penjara. (jer)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here