Menghilang dari Publik, Suami Beberkan Kondisi Dokter Lois Owien

Dokter Lois Owien (Istimewa)
Dokter Lois Owien (Istimewa)

DEPOK- Setelah sukses membuat heboh publik dengan pernyataannya yang dianggap kontroversi soal COVID-19, dokter Lois Owien kini seakan menghilang. Padahal sebelumnya ia sempat diperiksa polisi sebelum akhirnya penahanan atas dirinya ditangguhkan.

Menanggapi kabar ‘hilangnya’ dokter Lois Owien, sang suami, Hasan, akhirnya angkat bicara. Ia memastikan bahwa istrinya itu dalam keadaan sehat namun hingga kini belum bersedia ditemui.

“Kabar sementara dia bisa pulang usai ditangguhkan penahanannya. Tetapi kan prosesnya masih berjalan, dia enggak bisa tinggalkan Jakarta,” kata Hasan dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com pada Rabu 21 Juli 2021.

Baca Juga: Rangkap Jabatan Komisaris BRI, Segini Kekayaan Rektor UI

Hasan menyebut, dokter Lois saat ini mengisi kesibukannya dengan membantu tetangga sekitar yang terpapar kasus COVID dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala alias OTG.

Dia membantu dengan cara memberikan suplemen yang mudah ditemui di apotek ataupun di situs belanja online. “Dia cuma kasih suplemen yang umum-umum saja kok,” jelasnya.

Sepak Terjang Dokter Lois Owien

Lebih lanjut Hasan juga mengungkapkan seperti apa sosok dokter Lois di matanya. Menurut dia, Lois merupakan orang yang pintar dan tidak sembarang bicara, karena dasar sebagai dokter banyak ia kuasai.

Salah satunya soal hormon. Dokter Lois Owien ternyata memiliki basic dokter antiaging hormon. Di Indonesia, dokter ini belum terlalu banyak jumlahnya. Kata Hasan, istrinya itu juga meneliti obat-obatan.

Selain itu, Lois juga dikenal piawai untuk terapi hormon, sekaligus dokter ahli kecantikan. Dia menguasai ilmu tanam benang, filler, botox dan lainnya.

Suatu ketika, Hasan menceritakan, orangtuanya di Tarakan pernah mengalami struk. Sang bapak kemudian tak bisa berjalan. Oleh dokter Lois, orangtuanya kemudian dijemput untuk selanjutnya dibawa ke apartemennya di Jakarta.

Dari sana, Lois secara piawai merawat bapaknya sampai enam bulan. Dan alhasil sang bapak kemudian pulih dan bisa berjalan normal kembali. Hingga akhirnya sang bapak dibawa lagi ke Tarakan. (rul/*)