Mengenal Kepangkatan di TNI, Mulai dari Tamtama, Bintara hingga Perwira

Ilustrasi TNI buru TPNPB-OPM di hutan Papua. (Istimewa)
Ilustrasi TNI buru TPNPB-OPM di hutan Papua. (Istimewa)

DepokToday – 5 Oktober diperingati sebagai Hari Ulang Tahun TNI atau HUT TNI. Tahun ini, korps ini merayakan hari jadinya yang ke-76. Upacara dan pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) di sekitar Istana Merdeka menjadi rangkaian peringatannya.

Sebagai fungsinya, TNI diamanatkan untuk menjaga keutuhan NKRI sesuai dengan UU No. 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Karena perannya itulah, yang membedakan anggota TNI dengan masyarakat sipil lainnya.

Dalam keorganisasian, TNI memiliki sistem kepangkatan sebagai jenjang karir militer pada masing-masing anggota. Mulai dari tingkat terendah tamtama, bintara, hingga yang tertinggi perwira.

Pada masing-masing korps yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara memiliki penamaan yang berbeda-beda pada tiap jenjang kepangkatan. Namun, fungsi dan tanggungjawab yang dibebankan tetap sama.

Kepangkatan TNI Angkatan Darat

Pada jenjang tamtama, pangkat TNI AD dimulai dari Prajurit Dua (garis satu merah), Prajurit Satu (garis dua merah), Prajurit Kepala (garis tiga merah). Selanjutnya, Kopral Dua (cengkok satu merah), Kopral Satu (cengkok dua merah), dan Kopral Kepala (cengkok tiga merah).

Pada jenjang bintara, matra ini membedakan dua jenjang yakni bintara dan bintara tinggi. Pada bintara, kepangkatan terendah mulai dari Sersan Dua (cengkok satu), Sersan Satu (cengkok dua), Sersan Kepala (cengkok tiga). Sementara bintara tinggi mulai dari Pembantu Letnan Dua (kelelawar satu) dan Pembantu Letnan Satu (kelelawar dua).

 

Sementara untuk jenjang perwira terdiri dari perwira pertama, perwira menengah dan perwira tinggi. Pada perwira pertama jenjangnya dimulai dari Letnan Dua (balok satu), Letnan Satu (balok dua) dan Kapten (balok tiga).

Sementara perwira menengah yakni Mayor (melati satu), Letnan Kolonel (melati dua) dan Kolonel (melati tiga). Perwira tinggi dimulai dari Brigadir Jenderal (bintang satu), Mayor Jenderal (bintang dua), Letnan Jenderal (bintang tiga), Jenderal (bintang empat) dan Jenderal Besar (bintang lima). Hanya ada tiga jenderal besar di Indonesia yakni Soedirman, Abdul Haris Nasution dan Soeharto.

Kepangkatan TNI Angkatan Laut

Pada jenjang tamtama, pangkat TNI AL dimulai dari Kelasi Dua (garis satu biru), Kelasi Satu (garis dua biru) dan Kelasi Kepala (garis tiga biru). Selanjutnya, Kopral Dua (cengkok satu biru), Kopral Satu (cengkok dua biru), dan Kopral Kepala (cengkok tiga biru).

Pada jenjang bintara kepangkatan terendah mulai dari Sersan Dua (cengkok satu), Sersan Satu (cengkok dua), dan Sersan Kepala (cengkok tiga). Sementara bintara tinggi mulai dari Pembantu Letnan Dua (kelelawar satu) dan Pembantu Letnan Satu (kelelawar dua).

Sementara untuk jenjang perwira pertama jenjangnya dimulai dari Letnan Dua (balok satu), Letnan Satu (balok dua) dan Kapten (balok tiga).

 

Sementara perwira menengah yakni Mayor (melati satu), Letnan Kolonel (melati dua) dan Kolonel (melati tiga). Perwira tinggi dimulai dari Laksamana Pertama (bintang satu), Laksamana Muda (bintang dua), Laksamana Madya (bintang tiga), dan Laksamana (bintang empat).

Kepangkatan TNI Angkatan Udara

Sama seperti TNI Angkatan Darat. Pada jenjang tamtama, pangkat TNI AU dimulai dari Prajurit Dua (garis satu merah), Prajurit Satu (garis dua merah), Prajurit Kepala (garis tiga merah). Selanjutnya, Kopral Dua (cengkok satu merah), Kopral Satu (cengkok dua merah), dan Kopral Kepala (cengkok tiga merah).

Pada jenjang bintara, matra ini juga membedakan dua jenjang yakni bintara dan bintara tinggi. Pada bintara, kepangkatan terendah mulai dari Sersan Dua (cengkok satu), Sersan Satu (cengkok dua), Sersan Kepala (cengkok tiga). Sementara bintara tinggi mulai dari Pembantu Letnan Dua (kelelawar satu) dan Pembantu Letnan Satu (kelelawar dua).

Sementara untuk jenjang perwira terdiri dari perwira pertama, perwira menengah dan perwira tinggi. Pada perwira pertama jenjangnya dimulai dari Letnan Dua (balok satu), Letnan Satu (balok dua) dan Kapten (balok tiga).

Sementara perwira menengah yakni Mayor (melati satu), Letnan Kolonel (melati dua) dan Kolonel (melati tiga).

Ini yang membedakan TNI AD dan TNI AU, pada perwira tinggi dimulai dari Marsekal Pertama (bintang satu), Marsekal Muda (bintang dua), Marsekal Madya (bintang tiga), dan Marsekal (bintang empat). (ade/*)