Menelisik Ambisi Universitas Pancasila di Desa Putat Nutug

Universtas Pancasila gelar program pengabdian masyarakat di Desa Putat Nutug (DepokToday.com)
Universtas Pancasila gelar program pengabdian masyarakat di Desa Putat Nutug (DepokToday.com)

DepokToday- Universitas Pancasila (UP) kembali membuktikan keseriusannya dalam mengamalkan Tridarma perguruan tinggi, sekaligius memajukan kesejahteraan masyarakat desa. Kali ini, sasaran akademisi kampus itu adalah kawasan Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Adapun program yang dilakukan adalah, Universitas Pancasila berkolaborasi dengan pengelola Lembah Cisadane untuk mengembangkan wisata berbasis tanaman herbal. Kegiatan ini melibatkan warga sekitar Desa Putat Nutug.

Dosen Farmasi Universitas Pancasila, Desi Nadya Aulena mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan tanaman herbal dan bisa dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai penyakit. Olahan dari ramuan tersebut pun telah secara turun temurun diwariskan para leluhur bangsa ini.

“Nah Kemedikbud saat ini memberikan kesempatan mahasiwa untuk bisa mendapat pengalaman di luar shingga ketika mereka lulus bisa diambil dunia industry,” katanya dikutip pada Minggu 3 Oktober 2021.

Baca Juga: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Ganjil Genap di Margonda, Polisi: Ada Alternatif

Kaitannya dengan program ini, jelas Desi, pihaknya akan gunakan sumber tanaman alami untuk membuat jamu seduhan atau empon-empon sebagai penambah daya stamina dan kesehatan tentunya.

“Misalnya dalam kondisi sekarang, meningkatkan sistem imun. Kemudiqn kita bisa meningkatkan kesejahteraan warga di sana,” ujarnya.

Dosen UP, Setia Damayanti (DepokToday.com)
Dosen UP, Setia Damayanti (DepokToday.com)

Sementara itu, ketua pelaksana program pengabdian pada masyarakat UP, Setia Damayanti mengungkapkan, pada ini, Universitas Pancasila tidak hanya melakukan penelitian dan pengabdian, tapi juga menyiapkan mahasiswa agar siap bersaing di dunia industri.

“Jadi kebutuhan industri apa kita harus bisa masuk. Nah ini kita dituntut untuk punya IKU (Indikator Kinerja Utama) yang harus sesuai dengan yang sudah dikumpulkan Kemendikbud.”

Baca Juga: Semakin Overload, Berharap Ada Revitalisasi di TPA Cipayung

Kegiatan Universitas Pancasila di Desa Putat Nutug, Ciseeng ini, kata Damayanti, melibatkan berbagai fakultas, di antaranya farmasi, industri, teknik dan lain-lain.

“Jadi ini produk dari hulu ke hilir. Produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan mengajak masyarakat menghasilkan produk ini bersama kita. Intinya bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga desa. Nah ini yang dilemparkan Kemendibud Ristek Dikti pada kami,” bebernya.

Kegiatan Mahasiswa Dorong Kemajuan Desa Putat Nutug

Dosen Farmasi UP, Diah Kartika Pratami menambahkan, mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan melakukan berbagai kegiatan, seperti mulai dari disain tempat, branding penjualan dan tanaman yang diolah.

“Nah ini semua saling terkait (antar fakultas). Jadi semua prodi itu bergabung. Nanti mereka (mahasiswa) mendapatkan penghargaan, ada yang 10 SKS ada yang sampai 20 SKS,” katanya.

“Mereka bebas tidak ikut perkuliahn jadi diakui dengan ikut mata kuliah ini, mereka seperti magang, kita bombing,” timpalnya lagi.

Baca Juga: Pekan Depan Sekolah Mulai Laksanakan Tatap Muka Terbatas, Berikut Aturan Mainnya

Diah berharap, setelah lulus para mahasiswa ini bisa membuka lapangan kerja sendiri.

“Mereka juga kita bekali sertifikat khusus. Sertifikat kompetensi di luar ijasah mereka, sehingga dianggap telah memenuhi syarat untuk membuka sebuah usaha. Ini juga melibatkan praktisi langsung jadi ini riil kita siapkan mereka untuk menghadapi dunia ketika lulus,” katanya.

Warek UP, Novi Yantih (DepokToday.com)
Warek UP, Novi Yantih (DepokToday.com)

Terpisah, Wakil Rektor UP, Novi Yantih mengatakan, program ini adalah kerjasama berbagai pihak dari hulu ke hilir, dan itu yang saat ini direalisasikan Universitas Pancasila.

“Dari lahan hutan belantara kita suburkan dan itu semua memanfaatkan masyarakat dan melibatkan mahasiwa untuk melihat proses itu berjalan. Tujuannya mahasiswa bisa masuk indikator yang diharapkan dan masyarakat menjadi lebih sejahtera,” katanya. (rul/*)