Meneladani Mendiang Kiai Hasyim Muzadi, Dari Humor Hingga Ketulusan

Pengasuh Pesantren Al-Hikam, KH. Yusron Ash-Shidqi.(Istimewa)

BEJI—K.H. Hasyim Muzadi telah tiada. Namun kesalihan mantan ketum PBNU itu tetap membekas di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Seperti yang diungkapkan oleh putra bungsu almarhum Kiai Hasyim, K.H. Yusron Ash-Shiddiq.

“Yang bisa diteladani oleh keluarga adalah amal dan ahwal Abah Hasyim Muzadi. Amal adalah kesalihan dzahir, adapun ahwal adalah ketulusan batin,” terang Kiai Yusron pada acara peringatan rangkaian Haul ke-4  K.H. Hasyim Muzadi di Pesantren Al-Hikam, Kukusan, Beji, Selasa 31 Maret 2021.

DIBACA JUGA: https://depoktoday.hops.id/pesantren-al-hikam-depok-peringati-haul-ke-3-kiai-hasyim-muzadi/

Ia mencontohkan, meneladani guyonan (humor-red) Abah Hasyim ketika ceramah, perlu dilihat kenapa kerap kali melontarkan humor-humor cerdas.

“Abah pernah mengatakan bahwa rata-rata orang awam mampu fokus mendengar ceramah selama 10 menit. oleh karena itu, beliau menyelipkan humor pada tiap durasi 10 menit. Amalnya adalah humor, ahwalnya menjaga fokus jemaah ketika mendengar ceramah,” paparnya.

Kiai Yusron mengungkapkan, hal ini tentu berbeda dengan orang yang sekadar guyon atau ceramah tapi tidak perduli jemaah fokus atau tidak.

“Nampaknya sederhana, namun inilah rahasia ceramah Abah diterima walaupun sedang melontarkan kritik. Hari ini kita menyaksikan banyak perkataan baik justru melahirkan kebencian. Hal itu karena panah amal tidak melesat dari ketulusan busur ahwal, sehingga amal baik mencederai banyak pihak,” terangnya.

Selain itu, ia menilai ayahnya sudah menunjukkan bahwa kematian merupakan konsekuensi dari cara kita hidup. Meski begitu, dirinya tidak mengatakan bahwa almarhum adalah orang yang tak pernah salah.

Namun, dirinya menyaksikan beliau konsisten menjaga ahwal dalam amal hingga akhir hayatnya. “Man asyroqot bidayatuh, asyroqot nihayatuh. Siapa yang bersinar pada awalnya, akan bersinar pula akhirnya. “Siapa yang ingin meninggal seperti abah hasyim, hendaknya hidup melestarikan amal, dan merawat ahwal,” tandasnya.

Untuk diketahui, peringatan rangkaian Haul ke-4 K.H. Hasyim Muzadi berlangsung khidmat. Meski di masa pandemi, rangkaian kegiatan diselenggarakan secara offline dan online.

Acaranya dimulai dari zikir, tahlil, doa, khataman Al-qur’an 30 juz tanpa melihat teks oleh para santri, selain itu juga doa dari para jamaah.

(ahi)