Memar Tiba-tiba, 8 Hal Ini Penyebabnya, Bahkan Jadi Tanda Penyakit Serius

Luka memar (Foto: Istimewa)
Luka memar (Foto: Istimewa)

DepokToday – Badan tiba-tiba membiru tanpa sebab yang jelas membuat Anda bingung. Perlu diketahui, badan yang memar atau membiru ini akan sering terjadi seiring dengan usia yang semakin bertambah.

Memar yang terjadi sebagian besar sebetulnya bisa hilang tanpa perawatan. Melansir dari CNN Indonesia, Memar terbentuk ketika pembuluh darah kecil (kapiler) di dekat permukaan kulit pecah akibat pukulan atau cedera – sering kali pada lengan atau kaki.

Ketika ini terjadi, darah bocor keluar dari pembuluh dan awalnya muncul sebagai tanda hitam-biru. Akhirnya tubuh Anda ‘menyerap’ kembali darah, dan bekasnya menghilang.

Beberapa orang – terutama wanita – lebih rentan terhadap keadaan tubuh yang membiru daripada yang lain. Seiring bertambahnya usia, kulit Anda juga menjadi lebih tipis dan kehilangan beberapa lapisan lemak pelindung yang membantu melindungi pembuluh darah Anda dari cedera.

Badan membiru juga dapat diturunkan dalam keluarga, sehingga orang yang kerabatnya mudah membiru mungkin memperhatikan bahwa mereka juga mengalaminya.

Mengutip Mayo Clinic, ada beberapa penyebab kulit memar selain karena usia:

1.Obat-obatan dan suplemen
Aspirin, obat antikoagulan dan agen anti-platelet mengurangi kemampuan darah Anda untuk membeku. Antibiotik mungkin juga terkait dengan masalah pembekuan. Akibatnya, pendarahan dari kerusakan kapiler mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk berhenti – yang memungkinkan cukup banyak darah bocor untuk menyebabkan badan membiru yang lebih besar.

2.Trombosit tak normal
Rendahnya tingkat komponen darah yang membantunya membeku setelah cedera (trombosit). Masalah dengan protein yang membantu pembekuan darah

Untuk menemukan penyebab badan Anda membiru, dokter Anda mungkin memeriksa kadar trombosit darah Anda atau melakukan tes yang mengukur waktu yang dibutuhkan darah Anda untuk membeku.

3.Alkohol dan sirosis
Penyalahgunaan alkohol adalah faktor risiko utama untuk penyakit hati, seperti sirosis. Sirosis dan penyakit hati lainnya secara perlahan merusak fungsi hati.

Saat penyakit hati berkembang, hati mungkin berhenti memproduksi protein yang membantu pembekuan darah. Akibatnya, seseorang mungkin mengalami pendarahan yang berlebihan dan mudah memar.

4.Gangguan pendarahan
Mengutip Medical News Today, gangguan pendarahan juga jadi penyebab kulit memar. Banyak kondisi genetik yang dapat menyebabkan darah seseorang membeku secara perlahan atau tidak sama sekali. Penyakit Von Willebrand, gangguan perdarahan yang paling umum, mempengaruhi sekitar 1 persen dari populasi.

5.Hemofilia
Hemofilia, kelainan perdarahan lain, menyebabkan hilangnya atau rusaknya faktor VIII (hemofilia A) atau faktor IX (hemofilia B). Kedua protein ini penting untuk pembekuan darah.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Depok Hari Ini, Selasa 26 Oktober 2021

6.Kekurangan vitamin
Ini juga menjadi penyebab kulit membiru. Vitamin tertentu memungkinkan tubuh untuk menyembuhkan dan darah membeku. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan kondisi yang disebut penyakit kudis. Penyakit kudis menyebabkan gusi berdarah, luka yang tidak kunjung sembuh, dan mudah memar.

7.Vaskulitis
Vaskulitis mengacu pada sekelompok kondisi yang menyebabkan pembuluh darah meradang. Selain peningkatan perdarahan dan memar, seseorang mungkin mengalami sesak napas, mati rasa pada anggota badan, dan bisul, benjolan kulit, atau bintik-bintik ungu pada kulit.

8.Kanker
Kanker juga bisa jadi penyebab kulit membiru. Namun angka ini sangat jarang. Perdarahan yang tiba-tiba, termasuk memar, mungkin merupakan tanda kanker. Kanker yang mempengaruhi darah dan sumsum tulang, seperti leukemia, dapat menyebabkan memar. Seseorang mungkin juga melihat gusi berdarah. (lala/*)