Melanggar PPKM, Pedagang Depok Pasrah Didenda Hingga Rp 1 Juta

Pedagang di Depok jalani sidang tipiring karena melanggar PPKM Darurat. (DepokToday.com)
Pedagang di Depok jalani sidang tipiring karena melanggar PPKM Darurat. (DepokToday.com)

DEPOK- Sebanyak 14 orang pelanggar aturan PPKM Darurat terpaksa menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring). Mereka, rata-rata adalah pedagang di Kota Depok. Sanksinya pun tak main-main yakni denda Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta.

Proses sidang tipiring untuk para pelanggar PPKM Darurat itu berlangsung di area Kantor Kecamatan Sukmajaya, Depok pada Kamis 15 Juli 2021.

Data yang dihimpun menyebutkan, sejumlah pelanggar itu 13 diantaranya adalah pelaku kegiatan atau pedagang dalam bentuk toko, mulai dari menjual mainan, pakaian, dan juga foto studio di Kota Depok.

Sedangkan seorang lagi adalah penjual makanan dan minuman dalam bentuk warung kopi.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengungapkan, dalam siding tipiring itu, para pelanggar divonis bersalah dan harus membayar denda sebesar Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta.

“Iya semua pelanggar memilih vonis denda dan mereka bersedia membayarnya,” kata Herlangga.

Nasib Pedagang Depok

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany menuturkan, untuk sanksi denda jumlah bervariasi, ada yang Rp 500 ribu, Rp 700 ribu dan Rp 1 juta.

“Sebenarnya ancaman dari aturan sendiri adalah Rp 5 juta. Ini kan (aturan) produk hukum. Kalau sudah jadi putusan hakim ya harus patuh. Hakim juga kan berdasarkan kepastian hukum demi kepentingan umum,” katanya.

Jika tak sanggup bayar denda, pelanggar bisa dikenakan subsider atau kurungan penjara selama satu hingga tiga hari, tergantung jenis pelanggaran dan denda yang dijatuhkan.

Menteri ke Luar Negeri

Disisi lain, kunjungan dinas kenegaraan sejumlah menteri kabinet Jokowi ke luar negeri menyedot perhatian publik. Sebabnya, mereka melakukan hal itu disaat negara sedang memberlakukan PPKM Darurat.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, selain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, terdapat dua menteri pembantu Jokowi yang juga pergi ke luar negeri saat PPKM Darurat.

Keduanya yakni Menteri Investasi, Balil Lhadalia dan Menteri Perdagangan M. Lutfi yang melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat meski Indonesia sedang menerapkan PPKM Darurat.

Daftar menteri yang melakukan kunjungan ke luar negeri membuat analisis politik Hendri Satrio geleng kepala.

Bahkan dirinya mengaku kehabisan kata untuk mengungkap keputusan para menteri Jokowi yang melakukan perjalanan ke luar negeri itu.

Baca selengkapnya di sini: Rakyat Dilarang Keluyuran, Menteri Jokowi Malah Keluar Negeri (rul/*)