Mega-Prabowo Mesra, Gerindra Tegaskan Puan Sah Maju di 2024

Mega-Prabowo. Foto: Antara.
Mega-Prabowo. Foto: Antara.

Sejak beberapa waktu belakangan hubungan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Mega) kian mesra. Hal itu terlihat dalam beberapa pertemuan, termasuk saat melakukan tatap muka di peresmian patung Soekarno, dan penyerahan gelar profesor pada Megawati baru-baru ini.

Kemesraan Mega-Prabowo ini pun membuat sejumlah pihak membuat spekulasi, akankah MegaPro jilid 2 bakal kembali digelar pada helatan 2024 mendatang. Terkait hal ini Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantoro mengatakan ajang kontestasi 2024 sebenarnya masihlah cukup lama.

Akan tetapi dia menilai wajar jika banyak pihak tertarik dengan isu ini. Yang pasti, Ferry kemudian mengomentari soal nama putri Mega yang belakangan dinilai cukup berpotensi maju di gelaran Pilpres 2024 mendatang.

Baginya, sudah waktunya bagi Puan untuk maju dan ditempatkan sebagai calon pemimpin di 2024.

Puan Maharani. Foto: Ist.
Puan Maharani. Foto: Ist.

“2024 maih jauh, tapi wajar banyak pihak lembaga survei menempatkan puan sebagai calon pimpinan 2024. Sebab Puan pernah jadi Menko, sekarang Ketua DPR RI. Sangat wajar Puan jadi salah satu figur menarik untuk ditempatkan di Pilpres 2024,” kata Ferry di Apa Kabar Indonesia, dikutip Selasa 15 Juni 2021.

Mega-Prabowo mesra pertanda apa?

Lebih lanjut, Ferry kemudian menjelaskan framing kedekatan Mega Prabowo yang dinarasikan sejumlah media akan berlanjut di 2024. Kata dia, kedekatan keduanya pada sejumlah pertemuan hanya sekadar menggambarkan momentum, yakni memperingati Hari Pancasila, dan pemberian gelar pada Mega.

Sementara untuk 2024, Prabowo, kata dia, belum memikirkannya. “Teman media progresif sekali, kalau dari saya Partai Gerindra belum terpikirkan, Menhan saat ini tengah konsentrasi pemulihan ekonomi. Apalagi rakyat juga masih mengalami kesulitan ekonomi, di antaranya bahkan banyak yang kena PHK, banyak yang kena dampak pandemi,” kata dia.

Maka itu, Gerindra bersama Prabowo tentu harus berempati juga di suasana yang kurang tepat seperti sekarang ini. “Kalau sekarang Gerindra sama sekali tidak terpikir soal 2024, sekarang harus bantu Jokowi sebagai presiden, agar kabinet fokus memulihkan situasi.”

Pertemuan simbolik

Sementara itu, pengamat politik Ujang Komarudin memberikan juga analisanya seputar mesranya hubungan Mega dan Prabowo. Kata dia, walau masih terlalu dini untuk membahasnya, namun kedekatan itu merepresentasikan kedekatan personal.

Puan dan Mega. Foto: Kolase.
Puan dan Mega. Foto: Kolase.

“Politik butuh kebersamaan. Kita tahu hubungan Mega Pro panas dingin, naik turun, 2009 bersatu 2019 berbeda haluan, dan pasca pilpres bersatu kembali,” katanya.

Akan tetapi pada Pilpres 2024 mendatang, tentu akan menarik sebab tidak ada incumben. Artinya semua memiliki peluang yang sama besar.

Adapun Prabowo juga dinilai Ujang wajar merapat ke Mega. Sebab logika yang dibangun oleh Prabowo saat ini adalah mendekat ke partai penguasa. Semua dibangun demi investasi politiknya di 2024.