Mau Libur Akhir Pekan, Pahami Dulu Lokasi-lokasi Sistem Ganjil Genap Ini

Jalan Komjen M Jasin (Akses UI) dilakukan pembatasan mobilitas mulai pukul 21.00 hingga 04.00, hanya warga setempat dan keadaan darurat yang bisa melintas, Rabu 23 Juni 2021. (DepokToday.com)
Jalan Komjen M Jasin (Akses UI) dilakukan pembatasan mobilitas mulai pukul 21.00 hingga 04.00, hanya warga setempat dan keadaan darurat yang bisa melintas, Rabu 23 Juni 2021. (DepokToday.com)

DepokToday – Aparat kepolisian dari satuan lalu lintas atau satlantas beberapa polres mulai memberlakukan sistem ganjil genap untuk menekan mobilitas masyarakat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Di DKI Jakarta, Aparat kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai memberlakukan sanksi tilang bagi kendaraan yang melanggar aturan sistem ganjil genap di tiga ruas jalan yaitu Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan HR Rasuna Said.

Dirlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, sanksi tilang bagi pelanggar aturan itu berlaku mulai Rabu 1 September 2021.

“Mulai minggu ini kami akan melakukan penindakan dengan tilang. Baik dengan kamera E-TLE, maupun tilang secara manual apabila ditemukan secara langsung oleh anggota yang bertugas pada hari itu,” kata Sambodo seperti dikutip dalam situs Korlantas Polri belum lama ini.

Baca Juga: Kena Tilang, Betharia Sonata Bikin Heboh Kantor Polisi Depok

Sambodo mengatakan, aturan ini hanya berlaku khusus kendaraan dengan pelat berwarna hitam. Pelat dinas aparatur sipil negara (ASN) tidak termasuk dalam sanksi aturan.

“Kalau dia menggunakan pelat hitam, berlaku aturan ganjil genap. Kalau mau melintas tidak terkena aturan silakan gunakan menggunakan pelat dinas instansi pelat merah, TNI, Polri atau instansi lannya,” jelasnya.

Ganjil Genap di Beberapa Wilayah

Selain DKI Jakarta, yang juga ikut menerapkan aturan ganjil genap sebagai upaya pembatasan mobilitas warga adalah Kabupaten Bogor, Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Cianjur.

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi, Harun mengungkapkan, pihaknya mulai uji cobakan pemberlakuan sistem ganjil genap bagi kendaraan roda dua dan empat yang akan memasuki jalur puncak pada Jumat 3 September 2021.

Pembatasan yang dilakukan Satlantas Polres Bogor di Gerbang Tol Ciawi. Foto: Dok. Humas Polres Bogor
Pembatasan yang dilakukan Satlantas Polres Bogor di Gerbang Tol Ciawi. Foto: Dok. Humas Polres Bogor

“Penerapan sistem ini nantinya akan di berlakukan setiap weekend yang di mulai dari hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Dimana semua Kendaraan berpelat Bogor maupun luar Bogor akan di kenakan pemberlakuan aturan ini.” kata Harun.

Harun melanjutkan, dalam pelaksanaan sistem ganjil genap ini terdapat beberapa titik check poin yang di jaga oleh petugas yaitu mulai dari gerbang tol Ciawi, simpang gadog, Pos penutupan arus Cibanon, Pos penutupan arus Bendungan, dan tiga titik berada di jalur Babakan Madang yaitu Belanova dan pintu gerbang sirkuit Sentul.

“Apabila dalam pelaksanaan nanti kendaraan pribadi yang akan memasuki kawasan puncak pelat nomornya tidak sesuai tanggal pada hari tersebut, petugas yang melakukan pemeriksaan di titik-titik check poin pun akan langsung melakukan putar balik,” kata Harun.

Dalam pemberlakuan ganjil genap tersebut ada beberapa pengecualian yakni mobil Damkar, Ambulance atau mobil Jenazah, tenaga medis, kendaraan dinas TNI-POLRI, angkutan umum, angkutan online, angkutan logistik dan kondisi darurat lainnya.

Di arah sebaliknya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur juga melakukan ujicoba ganjil genap bagi kendaraan bermotor yang mengarah ke kawasan wisata Puncak.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Mangku Anom mengatakan kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil yang mengarah kawasan wisata Puncak, akan dilakukan pemeriksaan di sejumlah titik check poin.

“Kebijakan itu tidak berlaku bagi pengendara atau masyarakat lokal. Syaratnya dengan memperlihatkan kartu identitas diri, jika warga lokal masih kita persilahkan melintas,” kata Anom, Jumat 3 September 2021.

Dijelaskan Anom, penerapan ganjil genap bagi kendaraan bermotor yang mengarah kawasan wisata Puncak itu, untuk mengimbangi kebijakan serupa di wilayah Bogor.

Baca Juga: Ini Cara Unik Satlantas Depok Peringati Sumpah Pemuda

“Penerapan uji coba Kebijakan ini, sebagai upaya pembatasan mobilitas masyarakat di masa pandemi COVID-19 dan antisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di kawasan wisata Puncak, Cipanas, Cianjur,” ujarnya.

Sementara di Kota Bandung, Polresta Bandung juga memberlakukan sistem ganjil genap di lima gerbang tol mulai tanggal 3 hingga 5 September 2021. Sebanyak 467 petugas gabungan disebar untuk mengatur kebijakan tersebut.

Adapun kelima titik pemberlakuan ganjil genap di Bandung antara lain gerbang tol (GT) Pasteur, GT Pasirkoja, GT Kopo, GT Buahbatu dan GT Moch Toha.

Menyambut itu, Satlantas Polres Cimahi juga memberlakukan sistem ganjil genap di Gerbang Tol Padalarang.

KBO Satlantas Polres Cimahi Iptu Erin Heriduansyah mengatakan kendaraan dari luar daerah yang mengarah ke Bandung melalui Padalarang bakal diputarbalik jika terjaring ganjil genap.

“Tidak dialihkan tapi langsung diputarbalikkan. Melihat tanggal dan nomor terakhir kendaraannya,” ungkap Erin.

Erin menyebut penerapan ganjil genap di Padalarang sendiri sebagai upaya membatasi masuknya kendaraan dari luar daerah mengarah ke Bandung maupun kawasan wisata Lembang.

“Untuk titiknya itu di Padalarang sebelum gerbang tol. Jadi akan menyaring kendaraan dari Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Purwakarta yang mengarah ke Bandung.” (ade/*)