“Mati” Selama 36 Tahun, Rel Kereta Api Jakarta-Garut “Hidup” Kembali

Warga sangat antusias melihat lokomotif CC 201 77 23 yang untuk kali pertama tiba di Stasiun Garut, Kamis (23/1/2020).(Foto: dara.co.id)

GARUT-Satu lagi program reaktivasi rel PT Kereta Api Indonesia (KAI) berhasil diselesaikan. Kali ini jalur kereta Cibatu-Garut Kota sudah hidup kembali.

Dengan demikian, sekarang jalur kereta dari Jakarta hingga ke Garut sudah terhubung. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil pun mengucap syukur atas dibukanya kembali jalur kereta yang sempat non-aktif selama 36 tahun itu.

“Alhamdulillah, program koneksi rel kereta api sekarang sdh tembus ke pusat kota Garut. Jakarta-Bandung-Garut kota sudah siap. Selamat berwisata dan selamat beraktivitas menjelajahi Jawa Barat dengan kereta api,” kata pria yang akrab disapa Emil melalui cuitan di akun resminya seperti dikutip detikcom, Jumat (24/1/2020).

Akun instagram @dishubjabar menyebut, Kamis 23 Januari 2020 kemarin lokomotif pertama dengan CC2017723 sudah tiba di Stasiun Garut. Tibanya lokomotif tersebut menjadi penanda bahwa jalur kereta Cibatu-Garut Kota sudah tersambung seutuhnya.

Lantas, kapan jalur kereta ini dibuka secara komersial kepada publik?

Saat ini, publik belum bisa mencicipi perjalanan tersebut lantaran masih dalam masa uji coba.

 

“Sekarang masih uji coba dulu,” ujar VP Public Relation PT KAI Yuskal Setiawan kepada detikcom, Jumat (24/1/2020).

 

Uji coba teknikal pun sudah dilakukan lebih dulu yakni pada tanggal 19 dan 21 Januari 2020 lalu.

Rangkaian uji coba ini dilakukan untuk mengecek jalur dan menguji kekuatan rel dengan sarana yang paling berat yakni lokomotif.

Rencananya, operasi komersial jalur kereta ini baru mulai berlangsung paling lambat awal Februari 2020 mendatang.

“Diperkirakan akhir Januari atau awal Februari nanti,” tambahnya.

Demikian pula dengan besaran tarifnya pun baru akan diumumkan mendekati tanggal peresmian operasi komersial tersebut.

Untuk diketahui, jalur kereta rute Cibatu-Garut ini memiliki panjang perjalanan hingga 19.5 km.

Sebelumnya, PT KAI juga sudah mereaktivasi 3 jalur lain yang sudah lama non aktif. Ketiga jalur itu adalah Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Pangandaran-Cijulang, dan Bandung-Ciwidey.(sumber: detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here