Masuk Fase Kritis, Kepala Dinkes Sebut Depok Zona Merah

Kepala Dinkes Depok, dokter Novarita. (DepokToday.com)
Kepala Dinkes Depok, dokter Novarita. (DepokToday.com)

DEPOK- Sejak sepekan terakhir, angka rata-rata kasus COVID-19 di Kota Depok mencapai lebih dari 500 orang per hari. Lonjakan itu disebut-sebut tertinggi sejak pandemi melanda kota ini.

Namun demikian, sampai sekarang Depok masih dianggap berstatus zona oranye, atau berada pada level resiko sedang. Hal itu berdasarkan rilis atau data satgas pusat.

“Kalau zona dari pusat kita masih oranye. Tapi kalau saya lihatnya, saya pikir sudah merah, tapi ternyata belum. Apakah itu dihitung dari pekan kemarin sehingga dapat nya masih oranye,” kata Kepala Dinkes Kota Depok, dokter Novarita pada Jumat 25 Juni 2021

Berkaca dari pengalaman dan data yang ada, Novarita mengaku punya penilaian berbeda dengan data atau rilis tersebut.

“Kalau saya sih mikirnya sudah merah,” ujarnya.

Menurut Novarita, kondisi Depok saat ini sudah dalam fase kritis. Layanan rumah sakit sudah kelebihan beban karena saking banyaknya pasien COVID-19 yang datang. Ketika ditanya soal standar penghitungan zona, ia mengaku tidak tahu secara detail.

“Saya nggak menditail itu ya. Cuma kalau dilihat dari kasus, ketersediaan tempat tidur kayaknya sih ini sudah kritis,” tuturnya.

Novarita mengatakan, terkait standar penghitungan zona, yang lebih berkompeten menerangkan adalah Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

“Kalau saya ya (zona merah), tapi kan kalau dari ini kan ada hitung-hitungan lagi ya, bertentangan juga, mungkin Pak Dadang kali ya posisi data dan kebijakan dia yang lebih paham hitung-hitungannya.”

Ia menyebut, tidak bisa sembarangan dalam menentukan zona kasus COVID-19 pada suatu daerah.

“Banyak indikatornya untuk pernyataan zonasi ini. Jadi banyak indikator, nah saya tidak megang disitu,” katanya

Kepala Dinkes Depok Curhat Banyak Tuntutan

Lebih lanjut Kepala Dinkes Depok ini pun mengaku, pihaknya sedang berpikir keras di tengah keterbatasan layanan dan tenaga kesehatan (nakes) saat ini.

“Dengan sumber daya yang ada diatur dengan shift dan juga masyarakat memahami dengan kondisi sepeti ini. Jadi saya mohon, tuntutannya jangan terlalu apa ya, banyak,” tuturnya.

Baca Juga: Pasien Kasus COVID-19 Terus Melonjak, Depok Krisis Obat

Ia menambahkan, kondisi saat ini butuh kerjasama dan komitmen semua pihak untuk saling peduli, utamanya soal menjaga protokol kesehatan.

“Kita sama-sama ya, artinya ini masalah ini tidak hanya masalah pemerintah, tapi masalah kita bersama lah. Jadi itu semua harus dibangun, jadi semua harus memahami ini permasalahan kita, karena kitanya juga tidak mematuhi protokol kesehatan.”

Jubir Bilang Zona Oranye

Penyebaran kasus COVID-19 di Kota Depok kian mengkhawatirkan. Dalam data beberapa pekan terakhir angka penderita virus itu bahkan tembus di atas 500 kasus per hari. Meski begitu, pemerintah setempat belum bisa memastikan apakah kota ini telah berada pada level zona merah atau tidak.

“Sampai saat ini Ketika saya bicara di sini belum dirilis oleh satgas pusat Jadi kami menunggu rilis dari satgas pusat,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana dikutip pada Rabu 23 Juni 2021.

Namun yang jelas, kata Dadang, Pemerintah Kota Depok melalui tim satgas telah melakukan langkah-langkah antisipatif, di antaranya dengan memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Baca selengkapnya di sini: Polisi Bilang Depok Zona Merah, Tapi Pemkot Keukeuh Oranye (rul/*)