Marak Kenakalan Remaja, Pradi: Tambah Pelajaran Agama di Sekolah

Wakil Wali Kota Depok,Pradi Supriatna (Istimewa)

MARGONDA– Pemerintah Kota Depok mengimbau sejumlah sekolah untuk menambah pelajaran agama dan menginstruksikan para siswa-siswi untuk aktif mengikuti kegiatan yang bersifat kerohanian. Kebijakan itu diberlakukan menyusul maraknya kenakalan remaja di kota tersebut.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menilai hal itu efektif, karena  pendekatan sisi psikis harus diimbangi dengan aspek religius atau menyentuh sisi spiritulitas si anak.

“Jadi kami mengimbau bisa ditambah pelajaran keagamaan yang aplikatif. Perbanyak kegiatan di luar kelas, semisal di masjid atau majelis taklim. Ini pentingnya untuk memperkuat dan mengisi emosi serta spiritual pelajar,” katanya, Rabu 12 Februari 2020

Selain itu Pradi juga meminta sekolah untuk merancang grand desain pengembangan bakat para pelajar di luar jam sekolah. Dengan kata lain, ada pemetaan dan perencanaan yang kongkret pada kegiatan ekstrakurikuler.

“Setiap anak punya minat dan bakat yang berbeda, semua orang paham soal ini. Tinggal formulanya kita cari bersama. Saya yakin ketika semua saling kolaborasi, Insyaallah masalah tawuran bisa teratasi.”

Pradi mengatakan, upaya persuasif dan kolaboratif diperlukan dalam mengatasi tawuran pelajar, khususnya di tingkat SMA/SMK. Pradi menilai, persoalan kenakalan remaja yang terjadi belakangan ini berasal dari banyak aspek. Mulai dari personal siswa, lingkungan sekolah, hingga pengaruh eksternal.

“Menyelesaikan tawuran atau kenakalan remaja tidak cukup dengan upaya parsial, tapi harus holistik, menyeluruh alias melibatkan semua pihak. Pemerintah, aparat, sekolah, orang tua murid, hingga para alumni sekolah,” ujarnya

Dengan demikian, ia berharap semua pihak ikut berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan ini. “Semua pihak harus berembuk. Pemerintah sebagai regulator siap memfasilitasinya. Ini harus segera dibereskan,” tuturnya

Seperti diketahui, salah seorang siswa SMK di Depok kembali meregang nyawa akibat terlibat tawuran dengan sekelompok pelajar lain, pada akhir Janurai 2020, lalu. Dan selang beberapa hari kemudian, tawuran kembali terjadi, dengan korbannya dua pelajar SMP. Beruntung keduanya selamat meski mengalami luka bacok serius. Terkait kasus itu, polisi telah meringkus para pelakunya.

Selain tawuran, kasus lainnya yang tak kalah bikin dada terenyuh adalah prostitusi terselubung di dalam kamar apartemen. Ironisnya, sejumlah Pekerja Seks Komersil (PSK) yang diamankan polisi ternyata rata-rata masih berstatus pelajar pula. Kasusnya ditangani Polres Metro Depok. (rul/*)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here