Marak Kasus Prostitusi, Wali Kota Depok Revisi IMB Apartemen

Wali Kota Depok, Mohammad Idris (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Pemerintah Kota Depok bakal menyiapkan langkah tegas usai terungkapnya kasus prostitusi terselubung yang lagi-lagi memanfaatkan kamar apartemen di wilayah Margonda, Depok, Jawa Barat.

“Ya pertama saya akan lakukan revisi terhadap IMB (ijin mendirikan bangunan), revisi IMB apartemen-apartemen,” kata Wali Kota Depok, Mohammmad Idris di Balaikota, Depok, Selasa 22 Oktober 2019

Kemudian, Idris mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dalam waktu dekat dengan sejumlah kepala institusi terkait, sehingga bisa berkolaboratif dalam menangani persoalan itu.

“Karena ketua PN (pengadilan) juga baru, Dandim baru, Kapolres baru untuk koordinasi sehingga kegiatan ini bisa kolaboratif seperti apa masukan-masukan instansi itu untuk bisa melakukan penindakan di tempat-tempat seperti itu,” katanya

Lebih lanjut ketika disinggung soal revisi yang dimaksud, Idris menjelaskan,  hal itu terkait dengan masalah wewenang otoritas kepala daerah dan wilayah, seperti RT, RW dan LPM.

“Nah mereka harus punya kewenangan untuk bisa masuk melakukan pengawasan dan sebagainya. Itu yang saya akan revisi juga, kalau dari kami sebenernya enggak ada masalah. Iya akan kita revisi itu.”

Seperti diketahui, aparat kepolisian kembali membongkar praktek prostitusi terselubung di salah satu apartemen di kawasan Margonda, Depok, pada Senin 21 Oktober 2019. Sama seperti sebelumnya, modus yang digunakan pelaku kali ini pun memanfaatkan aplikasi di smart phone.

Kapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengungkapkan, pada kasus ini pihaknya berhasil mengamankan seorang wanita berinisial H (22 tahun), yang diduga kuat menjadi korban prostitusi terselubung itu.

“Yang bersangkutan (korban) ini warga Jakarta, dia kami amankan dari salah satu kamar apartemen di wilayah Margonda,” katanya

Azis menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat. “Jadi awalnya kami mendapatkan laporan terkait dugaan prostitusi. Kemudian saya menginstruksikan tim untuk bergerak dan menyelidiki laporan itu, ternyata benar. Disana (apartemen) kami temukan korban,” ujarnya

Selain mengamankan H, polisi juga berhasil meringkus pelaku yang menjajakan bisnis haram tersebut. Akibat perbuatannya, pemuda 21 tahun berinisial MR ini pun ditetapkan sebagai tersangka atas perkara tindak pidana perdagangan orang, sesuai Pasal  11 Undang-undang RI No. 21 tahun 2007.\

“Adapun barang bukti yang turut kami amankan diantaranya uang tunai Rp 600 ribu, satu HP Oppo A5S dan satu unit HP merek Realme. Kasusnya saat ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.”(rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here