Mantan Sekda Somasi Wali Kota Depok, Ini Penyebabnya

Mantan Sekda Depok, Hardiono (batik kanan) usai menyerahkan somasi bersama kuasa hukum (Istimewa)

MARGONDA- Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono  melayangkan somasi terhadap Wali Kota Depok, Mohammad Idris lantaran tak terima diberhentikan sebagai Ketua Dewan Pegawas pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Tirta Asasta.

Baca Juga: Pengusaha Korea Raib Setelah PHK 300 Buruh di Depok

Surat somasi itu diserahkan langsung oleh Hardiono bersama kuasa hukumnya pada Rabu 10 Maret 2021.

“Surat somasi itu tujuannya untuk kepada wali kota atas dugaan sengketa keputusan tata usaha negara yang dikeluarkan beliau untuk memberhentikan klien kami, Ketua Dewan Pengawas,” kata Kuasa Hukum Hardiono, Fitrijansjah Toisutta saat ditemui di Balai Kota Depok pada Rabu 10 Maret 2021

Menurut dia, keputusan itu cacat hukum lantaran melanggar keputusan sengketa tata usaha negara.

“Dimana keputusan itu kami lihat melanggar perundang-undangan tentang Peraturan Pemerintah Tahun 2017 dan Permendagri Tahun 2018. Kita lihat bahwa pemberhentian yang disampaikan Wali Kota Depok kepada klien kami cacat hukum,” jelasnya

Berdasarkan surat pengangkatan, Hardiono dinyatakan menjabat pada periode 2019 -2022.

“Tapi pada kenyataannya pada tanggal 2 kemarin beliau diberikan surat pemberhentian dengan hormat karena pensiun,” katanya

Atas dasar itulah, Fitrijansjah mendesak agar keputusan tersebut segera dicabut.

Sementara itu, Hardiono pada awak media juga sempat menyinggung pemberhentian dirinya sebagai Sekda yang saat itu masuk masa pensiun. Awalnya ia berpikir surat pemberhentian tersebut akan diserahkan di kantor wali kota, dalam hal ini di BKPSDM.

“Ternyata di kantor BKPSDM juga tidak bisa mereka menyerahkan. Akhirnya kebetulan saya pas lagi ngurus SIM, ya sudah kalau begitu di kantor Samsat,” katanya

Akan tetapi, kata Hardiono, saat itu momen-nya tidak tepat lantaran banyak wartawan. Namun keberatan Hardiono tak digubris.

“Saya melihat waktu itu banyak wartawan, akhirnya saya telepon Kabidnya dan Sekretaris BKPSDM, mereka menyatakan bahwa ini lanjut saja sudah tanggung, sudah di perjalanan,” tuturnya

“Saya bilang jangan begitu, ini banyak wartawan, nanti persepsinya macam-macam. Pada kenyataannya mereka tetap melanjutkan dan terjadilah berita itu naik, saya sampaikan pada mereka, dan mereka pun meminta maaf baik sekretaris atau pun Kabid mutasinya,” timpalnya lagi. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here