Mantan Pengamen KRL ini Bikin Alat Musik Secara Otodidak

Afriansyah menunjukan kontrabass buatannya sendiri.(Foto: DepokToday/Ale)

SEMENJAK KAI memberlakukan larangan mengamen di dalam rangkaian kereta api, para pengamen kereta banyak yang beralih profesi. Ada yang bekerja kantoran, dagang atau berwirausaha, dan jadi guru privat musik.

Mau tak mau hal itu mereka lakukan demi menyambung hidup dan menafkahi keluarga. Namun, masih ada dari mereka yang sampai saat ini menjadi musisi karena memang cinta bermusik.

Afriansyah, salah satunya. Mantan pengamen KRL Jabodetabek itu tetap bermain musik sampai hari ini, meski tak lagi di atas rangkaian kereta.

Menarik Lainnya: https://depoktoday.hops.id/band-matadewa-bawakan-tembang-lagu-iwan-fals-di-acara-live-music-depok/

Ian, begitu sapaan akrabnya, tetap memilih musik sebagai jalan hidupnya. Ia terkadang mengambil job manggung di acara pesta pernikahan, perayaan ulang tahun, dan acara lainnya.

Sepinya job main musik karena pandemi COVID-19 akhirnya membuat Ian memutar otak agar dapurnya tetap ngebul.

Ian tetap bersentuhan dengan musik. Berbekal kemampuan yang dimiliki, Ian membuat alat musik mulai dari gitar, ukulele, sampai kontrabas atau bas betot.

Tak hanya membuat, Ia juga bisa mereparasi berbagai jenis alat musik. Semua kemampuannya itu didapat secara otodidak.

“Awalnya saya membuat gitar kecil, dan sekarang sudah bisa membuat kontrabas. Semuanya otodidak,” kata Ian kepada DepokToday di kediamannya Kampung Sawah Indah RT 004/RW 008, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Senin 9 November 2020.

Kontrabass atau bas betot buatan Ian.(Foto: DepokToday/Ale)

Ketika DepokToday menyambangi rumahnya, Ia tengah sibuk membuat kontrabas. Ian membanderol harga bas betot buatannya itu Rp1,5 juta. “Kontrabas ini saya buat karena ada yang order,” paparnya.

“Berharap ini adalah awal yang baik untuk ke depan. Apalagi dengan kondisi sekarang ini (pandemi COVID-19) bingung harus berbuat apa yang dapat menghasilkan tambahan untuk keluarga, selain usaha dagang,” sambung Ian.

Untuk sementara, hasil karyanya dia pasarkan kepada rekan-rekannya sesama pegiat seni. “Sementara jualnya lewat grup WhatsApp juga sosmed, karena sering interaksi disitu,” ucapnya.

Alvi, salah satu musisi di Kota Depok, mempercayakan Ian untuk mereparasi alat musiknya. Eks pengamen kereta ini puas dengan hasil perbaikan yang dilakukan oleh Ian. “Hasilnya rapi dan memuaskan,” singkat musisi yang pandai memainkan beberapa alat musik itu.

(Imam Alle)