Mantan Menkes Siti Fadilah Beberkan 3 Ramuan Penangkal COVID

Siti Fadilah Supari. Foto: Instagram
Siti Fadilah Supari. Foto: Instagram

DEPOK- Mantan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari kembali membahas seputar COVID-19. Namun kali ini, ia tidak mengkritik pemerintah, melainkan berbagi tips agar terbebas dari virus berbahaya tersebut.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Siti Fadilah memberikan edukasi tentang sejumlah ramuan yang bisa diterapkan agar terbebas dari COVID-19. Menurut dia, setidaknya ada 3 hal yang berkaitan untuk mencegah wabah ini.

Salah satunya dalah vitamin D3. Namun sebelum soal vitamin D3, Siti Fadilah lebih dahulu membagikan trik nomor satu dan dua.

Pertama yakni, pentingnya menjaga manajemen stres pada individu manusia. Sebab sikap stres pada tubuh manusia hanya akan membuat imunitas pada tubuh melemah.

“Jangan pikirkan kapan Corona berakhir, kita harus hidup berdampingan dengan COVID. Karena kalau kita pikirkan terus, kita bisa stres. Kalau sudah begitu, maka virus akan mudah masuk ke tubuh anda,” katanya dikutip pada Kamis, 15 Juli 2021.

Dia mengatakan, manajemen stres manusia bisa ditekan dengan cara berdoa pada Allah.

Doa pun sebisa mungkin dilakukan dengan penuh kesungguhan, karena dengan begitu hati akan plong dan tentram.

“Sikap syukur dan pertolongan pada sang pencipta inilah yang kemudian membuat imun meningkat, sehingga COVID tidak akan bisa masuk ke dalam tubuh,” ujarnya

Trik nomor dua, yakni hindari merokok alias menjaga kesehatan. Selain itu, masyarakat juga bisa menggenjot olahraga secara teratur, termasuk makan yang seimbang. Kalau sudah begitu, badan akan bugar dan virus tak akan mudah masuk.

Siti Fadilah juga menganjurkan agar masyarakat meminum suplemen. Ini penting. Pertama yakni vitamin C 100 mg. Kemudian yang juga sangat penting, adalah vitamin D3.

Diketahui, vitamin D3 sebenarnya terbentuk secara alami ketika kulit Anda terkena sinar matahari langsung.

Selain itu, vitamin D3 juga dapat dijumpai pada makanan yang berasal dari hewan, seperti ikan laut, seperti salmon, tuna, dan tongkol.

Pentingnya Vitamin D3

Adapula pada minyak ikan dan minyak hati ikan kod; telur; susu dan olahannya seperti keju dan yoghurt, hati sapi, sereal atau jus buah yang diperkaya vitamin D3.

Tak hanya dari makanan, asupan vitamin D3 juga bisa diperoleh dari suplemen yang mengandung vitamin D3.

Menurut Siti, jika kandungan vitamin D3 dalam tubuh seseorang kurang, maka akan mudah terkena COVID. Dan berbahaya jika nilainya kurang dari 20, karena akan menyebabkan gampang meninggal ketika sudah terkena COVID.

“Suplemen vitamin D3 itu penting dan tak boleh kurang dalam darah, kalau kurang kita akan gampang kena. Kalau saya menganjurkan kandungannya 40, normalnya kan angkanya 30-100. Sebab kalau kurang dari 20, kalau kena COVID biasanya meninggal,” ujarnya.

“Kalau lebih dari 20 dia akan tetap hidup, dan lebih dari 30 dia akan OTG. Maka lebih baik lebih dari 40 aman,” timpalnya lagi.

Tips Siti Fadilah untuk Pasien COVID Comorbid

Siti Fadilah pernah mendapati kandungan D3 di dalam tubuh anaknya di bawah 20. Dengan segera dia meminta sang anak untuk meminum vitamin D3. Semakin tinggi angkanya, dijamin virus tak akan mudah masuk.

“Teman saya ada yang 60, jangankan virus, flu saja tidak dia. Nah, kalau bingung, untuk maintenance minum vitamin D3 1000-2000mg, tidak ada efek kok,” katanya.

Siti Fadilah juga meminta agar masyarakat yang memiliki comorbid untuk kendalikan penyakitnya.

“Semisal punya gula, Anda diminta untuk kendalikan sebaik-baiknya, dietnya, jangan sampai jatuh sakit karena comorbid. Tekanan darah tinggi juga diminta dijaga jangan sampai kambuh.”

Baca Juga: Banyak Warga Depok Wafat Saat Isoman, Wali Kotanya Kemana?

Faktor berikutnya atau point ketiga yang tak kalah penting, yakni menjalankan prokes dengan disiplin. Di antaranya memakai masker, pada waktu dan cara yang benar. Kemudian cuci tangan dengan benar, jaga jarak, lalu tidak berkerumun.

“Kalau tidak perlu sekali jangan keluar rumah dulu. Kalau ketemu dengan kerabat cari tempat terbuka biar udara luar masuk,” katanya. (rul/*)