Mantan Kiper Cantik Timnas AS Beberkan Skandal Seks Liar di Olimpiade

Eks kiper Timnas AS, Hope Solo curhat soal skandal seks di Olimpiade. (Foto: Istimewa)
Eks kiper Timnas AS, Hope Solo curhat soal skandal seks di Olimpiade. (Foto: Istimewa)

DepokToday- Gelaran ajang Olimpiade Tokyo 2020 telah dimulai. Di balik ajang olahraga bergengsi itu, rupanya terselip isu tak sedap soal praktik seks bebas.

Dan hal itu disebut-sebut kerap terjadi pada gelaran pesta olahraga skala internasional tersebut.

Seperti yang diungkapkan mantan kiper tim nasional Amerika Serikat (AS), Hope Solo. Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Hope Solo mengakui

adanya seks bebas di tiap gelaran Olimpiade. Ia sendiri telah berpartisipasi di dua Olimpiade yakni 2008 dan 2012.

Sepanjang pengalamannya di Olimpiade, terutama di 2012, Solo mengakui bahwa seks bebas di kalangan atlet di pesta olahraga terakbar itu selalu ada.

Mengutip artikel Daily Star, Hope Solo menjelaskan para atlet mudah akrab satu sama lain sehingga akhirnya bisa melakukan hubungan intim di tengah gelaran.

“Jika kamu tak memiliki kedisiplinan, kampung (atlet) bisa menjadi gangguan. Tak seperti Bar, itu (komunikasi) tak terasa canggung karena ada persamaan kepentingan (antar atlet),” katanya Solo dikutip pada Selasa 27 Juli 2021.

Baca Juga: Timnas Indonesia Korbankan Tiket Menuju Piala Dunia, Ini Sebabnya

“Awalnya, kegitana itu dimulai dengan sebuah (percakapan), ‘Olahraga apa yang kamu mainkan?’. Lalu tiba-tiba keduanya berjabat tangan dan mengenal satu sama lain,” timpalnya lagi.

Lokasi Seks Liar di Olimpiade

Hope Solo juga mengungkapkan pengalamannya ketika melihat banyak seks bebas di kalangan atlet selama gelaran Olimpiade.

Mulai dari seks bebas di wisma atlet sebagai gedung penampung para atlet, hingga adegan esek-esek yang terjadi di area terbuka.

“Banyak seks yang terjadi (di Olimpiade). Para atlet itu ekstrem. Ketika mereka berlatih, mereka fokus. Ketika mereka minum, bisa minum sampai 20 kali.

“Dengan pengalaman sekali seumur hidup, Anda ingin membangun kenangan, baik itu seksual atau berpesta. Saya pernah melihat orang melakukan seks di ruang terbuka. Di rerumputan, antara gedung-gedung,” katanya. (rul/*)